
DENPASAR – Kepala Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhatab, mengatensi proses lelang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jembrana. ORI Bali berkomitmen dalam mengawal dan memantau proses tahapan seleksi sejak Senin lalu hingga Rabu. Dalam proses seleksi tersebut ketika masyarakat ada menemukan terjadinya pelanggaran diharapkan segera untuk melaporkan ke Ombudsman. Penegasan itu disampaikan Umar Ibnu Alkhatab, saat dikonfirmasi via telepon Kamis 17 Juni 2021.
Menurutnya, dalam tahapan seleksi jabatan Sekda Kabupaten Jembrana oleh Tim Seleksi, ORI Bali melakukan proses pengawasan secara ketat dan meminta supaya publik melakukan hal-hal yang sama. Ikut mengawasi transparansi proses seleksi sejak awal. Umar Ibnu Alkhatab mengatakan ORI Bali melakukan pemantauan dan pengawasan seleksi Sekda Kabupaten Jembrana secara berturut dan sejak tes tulis, penyampaian makalah dan wawancara benar-benar telah dilakukan secara transparan oleh Tim Seleksi. Bahkan hasilnyapun setiap tahapan seleksi juga diumumkan dan disampaikan secara langsung pada saat itu juga.
“Proses berjalan lancar dan dilakukan secara terbuka dan transparan,” ujarnya.
Setelah dilakukan akomulasi semua penilaian sudah terlihat jelas perengkingan nama-nama yang memiliki kemampaun sebagai Sekda yang nantinya memimpin birokrasi Kabupaten Jembrana dan mendampingi Bupati dan Wakil Bupati Jembrana yang baru terpilih. Tentunya yang diharapkan nantinya terpilih Sekda yang kuat untuk mendampingi pemimpin Jembrana membantu tugas-tugas bupati dan wakil bupati guna mempercepat mewujudkan visi misinya bupati dan wakil bupati. Umar Ibnu Alkhatab juga meminta Sekda terpilih mampu mengelola birokrasi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Umar Ibnu Alkhatab menambahkan, dari nama-nama yang sudah diumumkan oleh Tim Seleksi, empat nama yang diumumkan Tim Seleksi akan dikirim ke Komisi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk dipilih tiga nama dan dikembalikan kepada Bupati. Dari tiga nama yang dikeluarkan oleh Komisi ASN nantinya, Bupati memiliki kewenangan untuk menentukan siapa yang akan dipilih.
“Bupati Jembrana memiliki hak prerogatif untuk menentukan Sekda yang akan dipilih. Kita berharap Bupati Jembrana memilih Sekda yang memiliki kemampuan dan memilih yang terbaik untuk mendampingi bupati dalam menjalankan tugasnya sebagai pelayan masyarakat,” tandasnya.

Made Budiasa Raih Nilai Tertinggi
Seperti diketahui dalam proses seleksi dalam tahapan presentasi dan wawancara empat kandidat Sekda Kabupaten Jembrana bersaing nilai. Dalam pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama pada penilaian presentasi dan wawancara dan setelah diakumulasi nilainya, Made Budiasa meraih hasil tertinggi. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Jembrana ini meraih nilai tertinggi yakni 87,80. Sementara peringkat kedua Inspektur Kabupaten Jembrana Wayan Koriani dengan nilai 81,00, peringkat ketiga I Komang Kusumaedi dengan nilai 81.80 saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Kesatuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali. Peringkat keempat Made Dwi Maharimbawa dengan nilai 80,00 yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jembrana.
Ketua Panitia Seleksi yang juga Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali Ketut Lihadnyana, Kamis 17 Juni 2021 menyampaikan, setiap tahapan hasilnya selalu diumumkan kepada masyarakat. Berdasarkan penilaian presentasi dan wawancara peserta seleksi memiliki nilai yang beragam sangat dipengaruhi oleh kemampuan dan kesiapan masing-masing kandidat yang sedang berebut jabatan tersebut. Pemberian nilai ini pada setiap tahapan selalu diumumkan secara transparan dan panitia seleksi sama sekali tidak bisa diintervensi.
“Penilaian lelang jabatan itu merupakan hasil dari kesiapan diri para peserta masing-masing dan hasilnya tidak bisa diintervensi,”pungkasnnya. (arn)








