
GIANYAR – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengizinkan dibukanya desa wisata untuk pemulihan ekonomi di Bali. Hal ini menjadi angin segar bagi 24 desa wisata di Kabupaten Gianyar yang tergabung dalam Bumdes Bersama Gianyar Aman Sejahtera.
“Kami tentunya menyambut baik kebijakan Bapak Menteri karena selama pandemi Covid-19, 24 Desa Wisata di Kabupaten Gianyar telah melakukan penataan objek dan pembenahan fasilitas pendukung,” kata Kepala Dinas Pemerbadayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Gianyar Dewa Ngakan Ngurah Adi, Minggu 30 Mei 2021.
Ia mengungkapkan, fasilitas pendukung terutama penerapan protokol kesehatan telah disiapkan oleh masing-masing desa wisata meskipun belum ada kunjungan wisatawan. “Di masa pandemi Covid 19 ini tentunya menyambut kehadiran wisatawan di desa wisata tetap menerapkan protokol kesehatan yang selama ini telah diterapkan melalui Posko Terpadu Desa Tangguh Covid-19,” ungkapnya.
Ngurah Adi menambahkan, desa wisata di Gianyar merupakan bagian dari unit usaha yang dikelola Bumdes dengan menyediakan paket tour di desa tersebut. “Bumdes bersama Gianyar Aman Sejahtera siap mengantar wisatawan keliling menikmati keindahan alam,”ujarnya.
Desa wisata itu yakni Sidan, Tulikup, Pejeng kangin, Pejeng kelod, Manukaya, keramas, Taro, Tegallalang, Kenderan, Kedisan, Petulu, Mas, Sayan, Lodtunduh, kemenuh, celuk, Batubulan, Singapadu, Singapadu Tengah, Singapadu Kaler, Kerta dan Buahan kaja, Tampaksiring dan Beng. (jay)








