
DENPASAR – Ketua DPD PDIP Perjuangan Provinsi Bali Wayan Koster merasa sangat kecewa. Lantaran minimnya kehadiran pimpinan partai di tingkat cabang pada kegiatan partai, Pelatihan Aplikasi Sosial Sosial dan Teknologi Informasi PDI Perjuangan di Inna Grand Bali Beach Sanur, Jumat (28/5/2021). Menurutnya Program tersebut merupakan program yang digagas oleh Muhamad Prananda Prabowo sangat bagus dalam tataklola partai ditengah kemajuan teknologi dan informasi.
Ketua DPD Wayan Koster, satu persatu mengabsen Ketua DPC PDIP kabupaten kota se-Bali. Mulai dari Kota Denpasar yang dihadiri Ketua DPC Denpasar AA Ngurah Gde. Ketua DPC Badung hanya diwakili Sekretaris DPC Putu Parwata. Ketua DPC Tabanan tidak hadir, Jembrana meski kalah, Ketua DPC Jembrana Made Kembang Hartawan dinilai oleh Ketua DPD Wayan Koster masih tetap semangat. “Ketua DPC Jembrana meski kalah, tetap semangat,” tegasnya.
Kemudian, Ketua DPC Wayan Koster melirik Kabupaten Buleleng dan setelah diabsen Ketua DPC Buleleng tidak hadir. Ketua DPC Bali baik Ketua dan Sekretarisnya kompak hadir Sedana Arta dan Wayan Diar. Ketua DPC PDIP Karangasem yang juga Bupati Karangasem Gede Dana hadir langsung. Bahkan dalam kesempatan tersebut Gede Dana diberikan pujian atas kemenangan PDIP merebut kursi bupati dan incumbent tumbang. “Pak Gede Dana tidak punya modal, tetapi bisa menang mengalahkan incumbent yang banyak duit. Meski Gede Dana tidak punya modal tetapi dibelakang ada Ketua DPD PDIP,” ujarnya.
Sementara Ketua DPC Klungkung dan Sekretarisnya tidak nampak kelihatan, yang mewakili Wakil Ketua DPC. Demikian juga Ketua DPC Gianyar tidak terlihat hadir pada pelatihan Aplikasi Sosial Media dan Teknologi Informasi PDIP. Wayan Koster yang juga Gubernur Bali memaklumi ketidakhadiran Ketua DPC Gianyar karena sebelumnya sudah melapor untuk mempersiapkan kegiatan di Jaya Sabha guna membahas penanganan sampah bersama kepala desa.
Dalam sambutannya Ketua DPD Wayan Koster mengatakan semua petugas partai baik yang duduk dieksekutif maupun di legislatif harus bisa menempatkan diri dengan baik. Kader partai harus bisa memilih dengan baik mana kegiatan yang prioritas untuk bisa dihadiri sehingga kader partai benar-benar memahami ideologi partai. Koster mencontohkan langsung dirinya yang banyak kegiatan sebagau gubernur. Namun ditengah kesibukannya bisa hadir dalam kegiatan partai dan itulah pentingnya sebagai kader partai harus bisa mengatur waktu.
Menurutnya Muhamad Prananda Prabowo bekerja serius hingga menurunkan tim IT ke Bali. Sementara Bali sendiri yang dijadikan pilot project tidak serius itu kebangetan. “Acara yang bagus dan meski banyak kegiatan dan kesibukan sebagai gubernur saya harus datang. Ini resiko sebagai pimpinan partai dan sebagai gubernur, saya harus hadir,” ujarnya sembari menambahkan banyak yang tidak hadir harus dilaporkan ke DPP dan ini disiplin partai. (arn)








