
KARANGASEM—Angka anak usia dini yang mengalami kekurangan gisi kronis (stunting) masih tinggi di Kabupaten Karangasem. Penurunan baru mencapai angka 11.88 persen dari 26,23 persen angka yang terdata sejak tahun 2018.
Bupati Karangasem I Gede Dana, menargetkan penurunan angka tersebut hingga 18,1 persen pada tahun 2021.
Upaya Bupati Dana dalam rangka mengurangi angka stunting di wilayahnya gayung bersambut dari aparat pemerintahan di tingkat paling bawah.
Desa Tumbu, Kecamatan/Karangasem, misalnya. Desa yang menjadi penyangga objek wisata Taman Ujung Soekasada itu, sudah membuat langkah-langkah dalam mencegah angka stunting yang menimpa anak-anak di desanya. Sejauh ini kasus itu memang belum ada di desanya, kendati demikian desa setempat tetap melakukan antisipasi.
Perbekel Tumbu, I Made Oki mengatakan, mencegah adanya stunting di desanya, dia lebih mengedapankan gerakkan pos pelayanan terpadu (Posyandu) yang melibatkan kader PKK. Program tersebut dilaksanakan semingu sekali. Tujuannya, agar lebih intens bisa mengecek keberadaan gizi anak-anak balita.
“Posyandu kita lasanakan di setiap banjar, menggunakan dana dari APBDes. Mengaktifkan posyandu kembali sebagai langkah awal dalam pencegahan stunting. Astungkara selama kegiatan ini dilaksanakan, belum ada ditemukan anak balita yang mengalami gizi yang sangat kronis,” kata pria yang disapa Oki itu.
Kegiatan posyandu, kata Oki semakin intens dilaksanakan sejak tahun 2020, menggunakan anggaran dari dana desa (DD) sebesar Rp 52.581.000. Kegiatan ini berlanjut hingga sekarang dan DD yang digunakan lebih besar dari tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 84.786.000.
Sebegai bentuk dukungan terhadap visi misi pemerintah daerah dalam sektor pendidikan. Tahun ini, Desa Tumbu merencanakan untuk membangun gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan anggaran yang sudah disediakan dari dana desa sebesar Rp. 159.000.000.
“Saat ini baru tahap perencanaan. Gedung PAUD akan dibangun di Banjar Ujung Tengah. Memanfaatkan lahan milik Pemprov Bali yang proses permohoanannya sudah kita lakukan sejak Bapak Wayan Koster menjabat sebagai Gubernur Bali,” jelasnya, seraya menambahkan, sekolah PAUD itu sangat penting ada di desanya, sebagai langkah awal untuk mencetak karakter anak bangsa dengan budi pekerti yang baik. (wat).








