
DENPASAR – Guna mengukur kekuatan dan perkembangan pelatprov internal tim panjat tebing PON Bali, Pengprov FPTI menggelar PON mini panjat tebing yang diikuti 12 tim panjat tebing PON dari 12 provinsi di Indonesia di Lintasan Panjat Tebing kawasan Lapangan Umum Alit Saputra, 3-8 Mei mendatang.
Seperti diutarakan Ketua Umum Pengprov FPTI Bali Putu Yudi Atmika, 12 provinsi itu diantaranya Aceh, Papua, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Kalimantan Timur, NTB serta Bali sebagai tuan rumah.
“Nantinya setelah PON Mini bakal dilanjutkan pada 9-10 April dengan panjat tebing alam di Songan Kintamani, Bangli. Khusus di Songan ini tujuannya untuk sport tourism karena keindahan alamnya dan memanjat tebing alami secara langsung. Kalau untuk PON mini panjat tebingnya ini bagian untuk evaluasi dan koreksi tim panjat tebing PON Bali selama melakoni Pelatprov internal FPTI Bali yang sudah berjalan mulai November lalu,” kata Yudi Atmika, Rabu 31 Maret 2021.
Sementara Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi saat dikonfirmasi rencana FPTI Bali itu mengaku sangat mendukung penuh kegiatan itu.
“Kami sangat mensuport kegiatan nasional yang digelar oleh cabang olahraga (cabor) panjat tebing. Kami sangat mendukung kegiatan PON mini panjat tebing itu dan siap memberikan rekomendasi. Apalagi selama sekitar 1,5 tahun ini para atlet PON tidak bisa melakukan try out atau try in akibat pandemi Covid-19. Kami sudah bertemu dan berkoordinasi dengan FPTI Bali,” tegas mantan Ketua Umum KONI Badung itu.
Terpenting lanjut Suwandi, protokol kesehatan (prokes) harus benar-benar diawasi dengan ketat.
“Jangan sampai ada kerumunan. Soal anggaran kami belum bisa memberikan jawaban pasti untuk bantuan ke FPTI Bali karena memang dana bantuan hibah dari Pemprov Bali belum cair,” pungkas Suwandi. (ari)








