
KARANGASEM – Populasi sapi di Kabupaten Karangasem sempat mengalami penurunan signifikan saat erupsi Gunung Agung tahun 2017. Bencana membuat banyak peternak mengungsi sehingga menjual sapinya di bawah harga pasaran.
Seiring kondisi normal kembali, Kabupaten Karangasem menjadi sentra peternakan sapi unggul di Bali meskipun sistem peternakan masih skala kecil.
I Made Ari Susanta, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Karangasem mengatakan, populasi sapi di Karangasem mencapai 126.437 ekor dan terbesar kedua setelah Kabupaten Buleleng. Dari nilai jual juga terbilang tinggi. “Pemeliharaan ternak sapi Bali oleh masyarakat selain sebagai komoditas jual beli, juga sebagai investasi dengan nilai ekonomis yang cukup tinggi,”kata Ari Susanta, Kamis 25 Maret 2021.
Segala upaya teknis dan penerapan teknologi anjuran dilaksanakan guna percepatan produksi dan perkembangan ternak sehingga peternak dapat menikmati hasil dalam waktu yang efisien. Tak lupa, kualitas dan populasi juga tetap diperhatikan melalui pengelolaan sapi Bali. “Kedepan, Dinas Pertanian mendorong masyarakat terutama petani ternak untuk mengembangkan ternak sapi bukan semata mata untuk investasi, tapi menjadi komoditas bisnis yang hasilnya dapat diperoleh dalam waktu yang efisien dan dapat berkembang,”ujarnya.
Ia menambahkan, melalui lembaga kelompok tani ternak masyarakat diharapkan dapat dengan mudah mengakses program dan kegiatan pemerintah dengan tetap berkoodinasi dengan dinas teknis dalam hal ini Dinas Pertanian.
Sementara, kelompok tani ternak sapi di Karangasem tercatat 415 kelompok. Untuk mempermudah peternak mendapat pelayanan, Dinas Pertanian menyediakan unit layanan berupa UPTD Puskeswan, Pos Pelayanan Kesehatan Hewan, UPTD BPPP dan BPP yang tersebar di tiap kecamatan dan menjadi ujung tombak pelayanan pada masyarakat peternak. Dinas Peternakan juga mempunyai upaya program pengembangan sapi yakni Program SIKOMANDAN (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri).
Untuk menjalankan program tersebut, Dinas Peternakan Kabupaten Karangasem sudah menyiapkan 42 orang petugas inseminator dan 12 tenaga Medik Veteriner untuk pelayanan di lapangan. (ami)








