
DENPASAR – Ribuan penonton memadati Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center Denpasar, Jumat (17/7/2026) malam, untuk menyaksikan penampilan sederet band legendaris Bali dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII.
Suasana penuh nostalgia pun tercipta ketika para musisi yang mewarnai industri musik Bali sejak awal 2000-an kembali tampil dalam satu panggung.
Sejumlah band yang tampil antara lain Triple X, Joni Agung, Leyonk Sinatra, Bintang Band, Lolot, DJ Radio Koplo, serta sejumlah band pendukung lainnya.
Penampilan mereka disambut antusias penonton yang ikut bernyanyi dan bergoyang mengikuti lagu-lagu yang pernah populer di masanya.
Kurator FSBJ VIII, I Made Adnyana, mengatakan malam apresiasi band Bali tersebut menjadi salah satu pertunjukan yang istimewa karena mempertemukan band-band lawas yang hingga kini masih bertahan di industri musik.
Menurutnya, sekitar tahun 2004 menjadi tonggak kebangkitan band-band Bali.
Pada masa itu banyak grup musik bermunculan dan mewarnai perkembangan musik modern di Pulau Dewata.
“Yang menarik, dari sekian banyak band yang lahir saat itu, hanya beberapa yang tetap bertahan. Ada yang sempat vakum seperti Lolot, ada juga personelnya yang lebih banyak bersolo karier seperti Jun Bintang. Melalui Festival Seni Bali Jani ini mereka bisa kembali tampil dalam satu panggung,” ujar Adnyana.
Ia menilai momentum tersebut tidak hanya membangkitkan nostalgia, tetapi juga menjadi ruang pertemuan lintas generasi antara musisi senior dengan penikmat musik masa kini.
Menurut Adnyana, kehadiran band-band tersebut membuktikan Festival Seni Bali Jani mampu menjadi wadah bagi perkembangan seni modern di Bali.
Tidak hanya menghadirkan karya-karya baru, festival ini juga memberi ruang apresiasi bagi para pelaku seni yang telah memberikan warna dalam perjalanan musik Bali.
“FSBJ menjadi ruang yang baik bagi seni modern Bali untuk terus berkembang, sekaligus menghidupkan kembali semangat berkarya para musisi yang telah menjadi bagian dari sejarah musik Bali,” pungkasnya.(*)








