
KUTSEL – Masyarakat di sejumlah titik wilayah Kecamatan Kuta Selatan masih merasakan gangguan distribusi air bersih Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mangutama Kabupaten Badung. Kabarnya kondisi ini sudah berlangsung sejak dua pekan terakhir.
Dikonfirmasi via ponsel, Direktur Teknik Perumdam Badung, Made Suarsa tidak menampik hal tersebut. Kata dia, gangguan diawali bocornya pipa 600 mm di Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai, Jimbaran. Perbaikan pun dilakukan mulai dari tanggal 5 hingga 8 Juli 2026.
Namun sayang, begitu prosesnya selesai dan pengaliran dilakukan, kerusakan malah ditemukan pada pompa Reservoir Tegeh Sari. Hal ini mengakibatkan perpanjangan gangguan, utamanya di wilayah selatan bagian barat. Di antaranya seperti wilayah Desa Ungasan, Cengiling, Pantai Balangan, Goa Gong, Masuka, Desa Pecatu, dan Melang Kaja.
Awalnya, perbaikan terhadap kerusakan tersebut diperkirakan memakan waktu selama tiga hari, yakni hingga 11 Juli 2026. Namun waktu dibutuhkan ternyata lebih panjang.
Pada Rabu (15/7/2026), perbaikan rampung dilakukan. Dan pengaliran, mulai dilaksanakan secara bertahap. “Saat ini sudah masuk tahap pemulihan. Air mulai mengisi jaringan pipa. Estimasi normalisasi sekitar satu sampai dua hari untuk sebagian besar wilayah,” jelasnya.
Diterangkannya, sistem distribusi air di wilayah Kuta Selatan dilakukan secara bertingkat. Dari Reservoir Tegeh Sari, air dipompa menuju Reservoir Labuan Sait, kemudian diteruskan ke Reservoir Ungasan hingga akhirnya dipompa kembali menuju Reservoir Baler Setra di Pecatu.
Saat pompa pendorong di Baler Setra dan Kulat telah kembali beroperasi, wilayah dataran bawah seperti Jimbaran, Ungasan, hingga Goa Gong dipastikan sudah memperoleh pasokan air secara normal. Sementara itu, kawasan dengan elevasi lebih tinggi, masih membutuhkan waktu lebih lama karena proses pengisian jaringan dilakukan secara bertahap.
“Daerah-daerah tinggi seperti Labuan Sait, Bingin, Balangan, termasuk sebagian wilayah Pecatu, masih membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga hari sampai tekanan air kembali normal,” ungkapnya.*








