
KARANGASEM – Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 3 Provinsi Bali di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, menerima 163 siswa. Rinciannya, 9 orang jenjang SD, 76 orang SMP, dan 78 orang SMA. Saat ini, mereka mengikuti Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali, I Putu Jaya Negara, mengatakan para siswa yang diterima berasal dari seluruh kabupaten di Bali. Namun, pihaknya masih melakukan pendataan terkait asal kabupaten dengan jumlah siswa terbanyak.
“Untuk SD memang peminatnya sedikit. Kemungkinan karena anak-anak usia sekolah dasar masih membutuhkan kedekatan dengan orang tua. Terlebih, sistem pendidikan di Sekolah Rakyat menerapkan pola tinggal di asrama,”kata Jaya Negara, Rabu (14/7/2026).
I Putu Jaya Negara menambahkan, dari jumlah siswa SMP dan SMA akan dibagi menjadi tiga rombongan belajar (rombel) dan siswa SD digabung dalam satu rombel.
Selama MPLS, siswa tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan sekolah, tetapi juga menjalani berbagai kegiatan sesuai arahan pemerintah pusat. Pembagian seragam hingga kegiatan daring bersama pemerintah pusat menjadi bagian dari agenda awal.
Seluruh siswa juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan siswa sekaligus memberikan rasa aman bagi orang tua yang menitipkan anaknya di Sekolah Rakyat.
“Intinya di awal-awal kami ingin membangun kenyamanan, kegembiraan untuk seluruh siswa. Kami ingin memastikan siswa senang dulu bersekolah di sini,” ujar Jaya Negara.
Selain itu, pihak sekolah akan melakukan pendampingan secara intensif untuk membangun kekompakan dan kebersamaan antarsiswa. Pendekatan khusus juga akan diberikan kepada siswa SD yang masih membutuhkan pengawasan lebih.
“Setelah masa MPLS selesai, siswa kemungkinan belum langsung mengikuti kegiatan belajar mengajar secara penuh. Mereka akan terlebih dahulu diberikan pemahaman mengenai sistem pendidikan dan kehidupan di Sekolah Rakyat. Setelah semuanya siap dan ada instruksi dari pemerintah pusat, barulah proses belajar mengajar dilaksanakan,” ujar Jaya Negara.
Sementara itu, siswa SMP yang sebelumnya bersekolah di Sekolah Rakyat Tabanan nantinya akan bergabung dengan siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali di Tulamben.








