
GIANYAR – Di tengah semarak suasana dan riuhnya tabuh pepanggulan, sekaa gong anak-anak Banjar Kebon, Desa Bona yang menjadi duta Kabupaten Gianyar pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tidak saja berhasil mencuri perhatian penonton, juga pesan moral yang disampaikan dapat cermin masyarakat Bali.
Duta Gianyar itu menampilkan tabuh pepanggulan “Titi Gonggang” sebagai tabuh pembuka yang sarat makna filosofis.
Karya ini mengangkat konsep kepercayaan Hindu di Bali tentang lintasan perjalanan Atman setelah kematian. “Titi” berarti jembatan, sedangkan “Gonggang” melambangkan keseimbangan sekaligus ujian kehidupan.
Di alam duniawi, Titi Gonggang menjadi cerminan sifat dan perilaku manusia dalam memisahkan kepentingan ego dengan kesadaran murni sehingga keseimbangan hidup tetap terjaga. Filosofi tersebut kemudian dikontekstualisasikan dengan kehidupan anak-anak di era modern. Di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman, mereka diharapkan mampu melewati “titi gonggang” kehidupan dengan memilih hal-hal yang baik dan benar untuk dijalani serta menjauhkan diri dari kebiasaan yang dapat menghambat masa depan.
Usai memukau melalui tabuh pembuka, Gong Kebyar Aaak Gianyar menghadirkan Tari Puspa Bala Agung. Puspa Bala Agung dimaknai sebagai persembahan bunga jiwa juga simbol penyambutan Atman suci yang kembali hadir di tengah keluarga setelah melalui prosesi ritual Atma Wedana.
Koordinator Gong Kebyar Anak-anak Banjar Kebon, Desa Bona, I Gusti Nyoman Oka Arsila, mengatakan, “Awalnya kami membentuk sekaa gong ini untuk regenerasi. Melihat perkembangan, potensi, dan semangat anak-anak yang luar biasa, kami semakin serius melakukan pembinaan. Untuk persiapan tampil di PKB, kami berlatih selama kurang lebih enam bulan,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Gianyar, I Ketut Pasek Lanang Sadia, mengaku bangga sekaligus terpukau menyaksikan penampilan para seniman cilik Gianyar. Menurutnya, kemampuan teknis yang dimiliki anak-anak berpadu dengan mental yang kuat sehingga mampu tampil percaya diri di hadapan ribuan penonton.
“Penampilan mereka sungguh luar biasa. Anak-anak ini memiliki kemauan belajar yang tinggi, kemampuan yang sangat baik, serta mental yang kuat untuk tampil di panggung sebesar PKB. Ini menjadi bukti bahwa regenerasi seni budaya di Gianyar berjalan dengan baik dan harus terus mendapat dukungan dari semua pihak,” ungkapnya.(*)








