
KLUNGKUNG – Aparat Kepolisian di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung melakukan transformasi pengamanan pariwisata dari dulunya bersifat reaktif menjadi preventif berbasis teknologi.
Aparat dari Polsek Nusa Penida membangun sistim yang memungkinkan wisatawan memperoleh bantuan cepat dan mandiri dengan menghadirkan Bunga Mekar Tourist Safety Post, sebuah pos keamanan wisata yang lahir dari kepedulian dan semangat pengabdian.
Pos ini dibangun secara sederhana namun sarat makna, dengan memanfaatkan material bekas dari kegiatan internasional Red Bull Cliff Diving. Lebih dari sekadar bangunan, kehadiran pos ini menjadi simbol kuat kolaborasi antara Bhabinkamtibmas, Balawista, Bendesa Adat, serta masyarakat Desa Bunga Mekar yang bersatu dalam semangat gotong royong demi menciptakan kawasan wisata yang aman dan nyaman.
Secara fungsional, pos ini dirancang sebagai pusat layanan terpadu bagi wisatawan. Mulai dari penyediaan informasi keamanan wisata, tempat memperoleh bantuan awal, hingga menjadi titik koordinasi antara petugas Bhabinkamtibmas dan Balawista. Tidak hanya itu, pos ini juga menjadi sarana sosialisasi layanan darurat seperti Call Center Polri 110 dan Call Center Jalak Nusa, sekaligus dilengkapi fasilitas QR Emergency Tourist Assistance serta peralatan bantuan darurat sederhana.
Keunggulan inovasi ini terletak pada kesederhanaannya yang berdampak besar. Pemanfaatan material bekas menjadikannya hemat biaya dan ramah lingkungan, sementara keterlibatan masyarakat secara langsung memperkuat rasa kepemilikan bersama. Ditambah dengan lokasinya yang strategis di jalur utama wisata Broken Beach, menjadikan pos ini mudah dijangkau dan siap memberikan pelayanan kapan pun dibutuhkan.
Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya, S.H., memberikan apresiasi atas terobosan anak buahnya itu. Ia menegaskan bahwa inovasi yang digagas oleh Bhabinkamtibmas Desa Bunga Mekar Briptu I Putu Wahyu Premana Putra, S.H merupakan wujud nyata kehadiran Polri yang adaptif, responsif, dan solutif dalam mendukung keamanan sektor pariwisata.
“Ini adalah inovasi yang sangat positif dan aplikatif. Bukan sekadar simbol, tetapi benar-benar memberikan manfaat langsung bagi wisatawan dan masyarakat. Kami berharap inovasi seperti ini terus berkembang untuk memperkuat keamanan destinasi wisata di Nusa Penida,” ungkap Kapolsek, Minggu (21/6/2026).
Di Nusa Penida, keamanan memiliki dampak langsung terhadap citra destinasi. Satu kasus kecelakaan yang tidak tertangani dengan baik dapat menyebar luas melalui media sosial dan memengaruhi kepercayaan wisatawan internasional.
Lebih-lebih di daerah wisata seperti Desa Bunga Mekar, yang merupakan salah satu pintu utama kunjungan wisatawan dengan destinasi berisiko tinggi, seperti tebing-tebing curam, jalur wisata yang menantang, serta aktivitas wisata bahari. (yan)








