
KLUNGKUNG – Bupati Klungkung, I Made Satria mengikuti rapat koordinasi (Rakor) dengan Gubernur Bali Wayan Koster di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Senin (8/6/2026). Rapat tersebut membahas sejumlah isu strategis seperti percepatan pengelolaan sampah sekaligus penutupan sistem open dumping.
Peningkatan pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, penurunan angka kemiskinan, penurunan angka pengangguran, penurunan angka stunting dan isu lainnya. Rapat ini diikuti oleh seluruh bupati/walikota se-Bali.
Dalam arahannya, Gubernur Koster menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, khususnya dalam penanganan sampah, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan perekonomian daerah.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Satria memaparkan sejumlah program strategi pembangunan di Kabupaten Klungkung diantaranya bidang kebersihan dimana budaya memilah sampah dari sumber sudah mulai berjalan maksimal. Pemberian bantuan keuangan khusus (BKK) kepada desa yang mengelola TPST, masing-masing diberikan bantuan Rp 200 juta.
“Pemerintah daerah menyiapkan anggaran sebesar Rp 8,4 miliar untuk 42 desa yang mengelola TPST maupun TPS 3R,” tandas Bupati Satria.
Program lainnya, ujicoba mesin pyrolysis hasil kerjasama Pemkab Klungkung dengan PT Bali Bersih Bersinar. Program penanganan kemiskinan diluncurkannya program pelatihan keterampilan bagi warga miskin melalui konsep beri kail bukan ikan.
Pemkab Klungkung lebih memilih membekali warga miskin keterampilan daripada memberikan bantuan tunai. Selain itu, Bupati Satria juga memaparkan strategi penurunan stunting seperti pelayanan kesehatan ibu, bayi, balita, remaja putri dan calon pengantin.
Di bidang pembangunan infrastruktur, Bupati Satria menyampaikan kepada Gubernur, pemkab mengalokasikan anggaran mencapai Rp 200 miliar untuk pembangunan di Nusa Penida meliputi pembangunan infrastruktur jalan, air bersih, RSUD Gema Santi, sekolah rusak dan penataan destinasi wisata. Nusa Penida dijadikan titik ungkit pembangunan di Kabupaten Klungkung oleh Bupati Satria.
“Nusa Penida merupakan pusat pariwisata dan menjadi andalan Kabupaten Klungkung untuk mendulang PAD,” ujar Bupati Satria.
Menutup pemaparannya, Bupati Satria juga menambahkan bahwa melalui pertemuan ini menjadi momentum bagi Pemkab Klungkung dalam menyelaraskan arah kebijakan pembangunan daerah dengan prioritas pembangunan di tingkat provinsi.
Sinergi ini juga menjadi kunci dengan menyelaraskan visi dan tindakan, kita yakin mampu mewujudkan masyarakat yang tidak hanya sejahtera secara ekonomi, namun juga hidup dalam lingkungan yang sehat dan berkualitas.
“Melalui rakor ini saya berharap adanya dukungan dan sinergi yang kuat dari Pemerintah Provinsi Bali sehingga berbagai program prioritas pembangunan dapat berjalan dengan baik demi mewujudkan Klungkung yang Maju, Harmonis, Tentram dan Makmur (Mahottama),” demikian Bupati Satria. (yan)








