
DENPASAR – Puncak perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 akan ditandai dengan pelaksanaan Dharma Santi Nasional 2026 yang digelar di panggung terbuka Arda Candra, Taman Budaya (Art Center) Denpasar, Jumat (17/4/2026) mulai pukul 16.00 WITA.
Kegiatan ini mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni Indonesia Maju” yang menekankan pentingnya persatuan, kebersamaan, dan gotong royong dalam kehidupan berbangsa.
Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat, Mayjen TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya, menyatakan bahwa tema tersebut mencerminkan filosofi universal bahwa seluruh umat manusia adalah satu keluarga yang hidup di bumi yang sama.
“Nilai ini sangat relevan dalam konteks Indonesia yang majemuk, sekaligus menjadi landasan memperkuat harmoni sosial dan toleransi antarumat beragama,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Ia menegaskan, pesan utama Dharma Santi Nasional adalah memperkuat semangat persatuan dalam bingkai Vasudhaiva Kutumbakam. Spirit tersebut juga diwujudkan melalui keterlibatan seluruh elemen umat Hindu dari berbagai daerah di Indonesia.
Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan hadir, di antaranya Presiden RI Prabowo Subianto, Gubernur Bali, serta Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa.
Ketua Panitia Pelaksana, Marsda TNI (Purn.) I Made Susila, mengajak masyarakat untuk turut ambil bagian dalam momentum kebersamaan ini.
“Ini adalah wujud nyata implementasi nilai-nilai dharma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kami mengajak seluruh umat untuk hadir dan bersinergi,” tegasnya.
Dharma Santi Nasional 2026 juga akan dimeriahkan berbagai pertunjukan seni, mulai dari bondres, musik, hingga sendratari kolosal.
Rangkaian perayaan Nyepi sebelumnya telah digelar di berbagai daerah, seperti perayaan Siwaratri di Prambanan, bhakti sosial di Aceh, hingga Saka Yoga Festival di Jakarta.
Melalui kegiatan ini, Dharma Santi Nasional diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi juga pengingat pentingnya persatuan sebagai fondasi menuju Indonesia yang harmonis dan maju. (sur)








