
BADUNG – Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus melakukan penebalan stok LPG dengan jumlah lebih dari 200 ribu tabung di wilayah Bali. Hal tersebut dilaksanakan guna mengantisipasi peningkatan konsumsi di tengah libur panjang perayaan Imlek, yang bertepatan pula dengan suasana menyambut Bulan Suci Ramadan.
Atas langkah yang telah dilakukan, Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi bahkan dengan tegas menyebutkan bahwa stok LPG dalam kondisi aman.
“Pada momen dua hari besar ini, produk LPG menjadi primadona yang digunakan dalam aktivitas masyarakat. Guna menghadapi lonjakan permintaan, kami telah memitigasi melalui pelaksanaan penyaluran fakultatif sebagai tambahan penyaluran di luar penyaluran reguler,” sebutnya.
Penyaluran fluktuatif yang dimaksudkannya itu, jumlahnya bahkan mencapai 75 persen di atas rata-rata penyaluran harian. Yaitu dengan jumlah 202.160 tabung, untuk seluruh wilayah Bali.
Meski demikian, Ahad mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Di samping itu, dia juga mengimbau agar masyarakat tidak panic buying, melainkan tetap membeli secara bijak sesuai kebutuhan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak membeli produk secara berlebihan, terutama LPG. Masyarakat jangan mudah terpancing atas informasi yang belum tentu kebenarannya. Jangan sampai kekhawatiran masyarakat, malah dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Masyarakat, sambung dia, juga diminta untuk menggunakan LPG sesuai peruntukannya. Yang mana LPG 3kg, merupakan produk subsidi yang ditujukan khusus untuk masyarakat kurang mampu. “Bagi masyarakat yang mampu, gunakanlah LPG Non Subsidi atau Brightgas,” imbuhnya. (adi)








