
DENPASAR – Eka Arismana Wira Dharma dikukuhkan sebagai Local President Junior Chamber International (JCI) Bali 2026. Prosesi inagurasinya, dilaksanakan di Quest San Hotel Denpasar, Kamis (29/1/2026) kemarin.
Dalam sambutannya, Eka Arismana menegaskan bahwa inagurasi bukanlah tentang posisi, melainkan kesediaan melayani. Karenanya dia memastikan JCI Bali 2026 siap untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak. “JCI Bali ini berumur 111 tahun. Dan kami sangat ingin menyelenggarakan sebuah reuni besar bersama seluruh alumni,” ungkapnya.
Semangat kolaborasi itupun katanya dituangkan pada tema gelaran inagurasi, yakni “United in Brotherhood: One Brotherhood, One Vision, One Impact”. “Kami datang dari latarbelakang yang berbeda, berperan, dan memiliki kekuatan juga berbeda-beda. Namun kami memilih untuk bergerak dalam satu lingkaran, sejajar, dan saling menguatkan demi tujuan yang lebih besar, bukan hanya kepentingan masing-masing,” ucapnya.
JCI Bali, ditegaskannya pula, berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah, baik dalam menyerap ide, inisiatif, ataupun menjadi aspirasi bagi generasi muda. “Dalam sektor swasta kami ingin membangun ekosistem usaha yang sehat, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat. Kami percaya, Bali ke depan akan lebih baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Solusinya hanya satu, kolaborasi yang setara, dan saling percaya,” tegasnya.
Karenanya, ruang kolaborasi dipastikan terbuka lebar secara nyata, terukur, dan berkelanjutan. “Kami siap bukan untuk menjual Bali, tapi menjual produk Bali,” tegasnya di hadapan Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, sembari mengabarkan bahwa JCI Bali mendapat tawaran sebagai Training of Trainer (ToT) JCI Vietnam, Mongolia, dan Indonesia.
Hal senada disampaikan Project Director Inaguration Night 2026 JCI Bali, Putu Agus Indra Wahyudi. Kata dia, di samping melantik kepengurusan JCI Bali 2026, acara inagurasi sekaligus dalam rangka memajukan kepemimpinan, kolaborasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat Bali dan Indonesia pada umumnya. “Hadirnya Bapak Wakil Gubernur saat ini sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah terbuka untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan seluruh stakeholder, komunitas, dan organisasi untuk satu visi misi yakni Bali lebih baik,” tegasnya.
Sementara itu, sebagai 2026 National President JCI Indonesia, Siegfried Listijosuputro menegaskan bahwa acara inagurasi merupakan momentum menumbuhkan kembali komitmen dalam menghadirkan program-program berdampak dan bermanfaat. “Saya mendorong JCI Bali untuk terus menciptakan inisiatif yang memberikan dampak nyata sekaligus memperkuat perannya sebagai rumah bagi pemimpin muda yang berintegritas,” sebutnya.
Di samping itu, dia juga mengajak JCI Bali untuk terus menggenjot program pengembangan kemampuan berkomunikasi maupun berwirausaha. Termasuk pula partisipasi aktif dalam kegiatan internasional JCI. “Forum internasional adalah peluang berharga untuk memperluas kolaborasi dan posisi JCI Indonesia di tingkat global,” ucapnya sembari mengabarkan bahwa JCI merupakan sebuah organisasi kepemudaan yang tersebar pada lebih dari 120 negara di dunia, dengan jumlah anggota 100 ribu lebih.
“Mari bersama-sama kita terus memimpin perubahan untuk masa depan,” ajaknya.
Untuk diketahui acara inagurasi juga dihadiri oleh JCI Vice President, Phan Ngoc Diem. Dalam sambutannya, dia mengaku sangat mengapresiasi komitmen JCI Bali dalam mengembangkan pemimpin muda. Baginya, itu bukan hanya semangat kebangkitan JCI Bali, melainkan JCI seluruh dunia. “Saya yakin JCI Bali akan terus tumbuh, berinovasi, dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi masyarakat,” ucapnya.
JCI, sambung dia, adalah wadah yang menghubungkan dari hati ke hati. Dan itu dipandang sebagai hal yang sangat penting untuk bisa bertumbuh dan berkembang bersama. “Kita adalah bagian dari komunitas yang sangat besar,” tegasnya.
Sementara itu, Wagub Giri Prasta yang hadir dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa di era sekarang ini, yang lambat akan dikalahkan yang cepat. Berkenaan dengan itu, dia berpesan agar JCI Bali dapat mengajak anggotanya untuk bertumbuh bukan hanya dari teori, melainkan pengalaman. “Saya yakin dan percaya, orang-orang di JCI ini akan menjadi orang-orang yang mampu berdikari, berdiri di atas kaki sendiri,” ucapnya.
Bagi Giri Prasta, besarnya JCI secara global merupakan hal yang sangat luar biasa. Karenanya, sebagai unsur dari pemerintah, dia mengaku siap untuk ikut berkolaborasi. “Saya bukan lagi 100 persen, tapi 1000 persen percaya kepada JCI untuk bergerak dan berjuang bersama untuk masyarakat,” tegasnya. (adi)








