
KLUNGKUNG – Ketegangan antarwarga yang sempat mencuat akibat kesalahpahaman dalam pertandingan olahraga nyaris memantik konflik sosial di Desa Klumpu, Kecamatan Nusa Penida.
Perselisihan yang melibatkan dua tim bola voli lokal, Baledan dan Iseh, bahkan berpotensi meluas menjadi bentrok antarbanjar jika tidak segera ditangani secara bijak.
Namun, berkat langkah cepat dan pendekatan humanis aparat kepolisian, TNI, serta kekuatan adat setempat, bara konflik berhasil diredam. Dialog yang mengedepankan nilai-nilai luhur adat Bali menjadi kunci utama mengembalikan keharmonisan masyarakat.
Informasi di lapangan menyebutkan, ketegangan bermula dari kesalahpahaman yang kemudian diperkeruh oleh beredarnya sebuah video berisi ucapan yang dinilai tidak pantas. Video tersebut memicu ketersinggungan warga Banjar Iseh dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Desa Klumpu.
Situasi yang berpotensi memecah persaudaraan itu langsung direspons aparat gabungan Polsek Nusa Penida, TNI, serta unsur pengamanan desa. Mereka menerapkan Sistem Pengamanan Terpadu Berbasis Desa Adat (Sipandu Beradat) sebuah pendekatan yang menempatkan musyawarah, kearifan lokal, dan peran tokoh adat sebagai fondasi penyelesaian masalah.
“Ketegangan yang sempat mencuat di tengah masyarakat Desa Klumpu berhasil diredam melalui langkah cepat dan humanis, dengan mengedepankan kearifan lokal serta nilai-nilai musyawarah,” ujar Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya, Selasa (27/1/2026).
Sebagai tindak lanjut, mediasi digelar di Balai Desa Adat Panca Mandala Gita, Desa Klumpu, pada Senin malam (26/1/2026). Mediasi dipimpin oleh Bhabinkamtibmas Desa Klumpu Aiptu Agung Suparta bersama Babinsa Kopka I Kadek Parta, serta melibatkan Bendesa Adat, prajuru adat Banjar Baledan dan Banjar Iseh, para klian banjar, tokoh masyarakat, dan unsur pengamanan desa.
Dalam suasana kekeluargaan yang kental, seluruh pihak diberi ruang untuk menyampaikan pandangan secara terbuka dan jujur. Dialog berlangsung hangat namun tertib, berlandaskan nilai adat yang selama ini menjadi pedoman hidup masyarakat Nusa Penida.
“Melalui Sipandu Beradat, semua pihak dipertemukan dalam suasana kekeluargaan. Dialog dibangun secara terbuka, jujur, dan berlandaskan nilai adat,” imbuh Kompol Kesuma Jaya.
Hasil mediasi menunjukkan kedewasaan dan semangat persaudaraan kedua belah pihak. Perwakilan tim voli Baledan dan Iseh beserta warga masing-masing banjar sepakat mengakui kekeliruan, saling memaafkan, dan menutup permasalahan secara damai demi menjaga keharmonisan desa.
Kesepakatan damai tersebut kemudian ditegaskan melalui penandatanganan surat pernyataan bersama yang disaksikan langsung Bendesa Adat dan para tokoh masyarakat. Komitmen ini menjadi simbol kuat bahwa persatuan dan nilai adat tetap menjadi pilar utama kehidupan sosial di Desa Klumpu. (yan)








