
BULELENG – Pemkab Buleleng melalui Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Buleleng menyikapi serius penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau Cacar Sapi yang terjadi di Kabupaten Jembrana.
Selain melakukan koordinasi dengan Perbekel Pejarakan sebagai wilayah paling rentan karena berbatasan langsung dengan Jembrana, upaya ‘blokir’ penyebaran LSD juga dilakukan Distan Buleleng juga mengerahkan seluruh penyuluh untuk menggencarkan gerakan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kepada petani maupun pelaku usaha antar pulau.
“Sejauh ini memang belum ditemukan sapi di Buleleng yang terjangkit SLD. Namun upaya preventif, sudah kami lakukan untuk mencegah penyebaran penyakit SLD yang terjadi di Kabupaten Jembrana ke Kabupaten Buleleng,” tandas Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Buleleng, Gede Melandrat usai memimpin rapat evaluasi, Kamis (22/1/2026).
Kadistan Malandrat menegaskan selain koordinasi intensif dengan Perbekel Desa Pejarakan sebagai kepala wilayah yang paling rentan karena berbatasan langsung dengan daerah terjangkit SLD, Distan Buleleng juga mengerahkan seluruh penyuluh untuk menggencarkan KIE tentang pencegahan dan penanganan penyakit SLD.
“Tidak hanya menyasar para petani dan kelompok tani, tapi juga para pelaku usaha perdagangan sapi antar pulau agar berhati-hati dalam pembelian sapi dari luar daerah,” jelasnya.
Didampingi Perbekel, Tim Distan yang beranggotakan Dokter Hewan Kecamatan Gerokgak dan staf Bidang PKH Distan langsung melakukan pemeriksaan sekaligus mengedukasi pengelola kandang sapi pada 3 lokasi.
“Selain KIE dan sanitasi kandang, tim juga melakukan vaksinasi terhadap 80 ekor sapi yang tersebar pada tiga kandang di Desa Pejarakan Kecamatan Gerokgak,” pungkasnya. (kar/jon)








