
KLUNGKUNG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Klungkung terus berupaya meningkatkan kualitas layanan angkutan siswa gratis yang telah berjalan sejak tahun 2017.
Melalui Bidang Angkutan dan Sarana, Dishub Klungkung secara konsisten melakukan koordinasi teknis dengan konsultan pengawas dan perencana untuk memastikan keberlanjutan dan optimalisasi program layanan angkutan siswa gratis termasuk rencana perluasan layanan hingga ke Kecamatan Dawan pada tahun 2026. Saat ini layanan angkutan siswa gratis baru berjalan di Kecamatan Klungkung.
Pihak Dishub sudah membahas secara serius hal teknis bersama konsultan pengawas dan perencana menyangkut lintasan trayek dan kebutuhan armada.
Kabid Angkutan dan Sarana Wayan Putra Suwijana dikonfirmasi, Selasa (4/11/2025) menyampaikan, layanan untuk di Kecamatan Dawan membutuhkan armada sebanyak 80 armada.
Armada itu nantinya dapat melayani sekitar 80 persen dari total siswa 1.536 siswa yang tersebar di tiga SMP yang ada di Kecamatan Dawan. Sisanya kata dia, sesuai hasil kajian konsultan, 20 persen berpeluang siswa diantar oleh orang tuanya atau keluarga serta sekolah dekat dengan Alamat siswa.
“Asumsinya 80 armada itu melayani sekitar 80 persen dari total siswa di tiga SMP. Sisanya, berdasarkan kajian konsultan bisa jadi mereka diantar oleh orang tuanya atau sekolah jaraknya dekat dengan Alamat siswa,” tandas Putra Suwijana.
Soal trayek angkutan siswa gratis juga dibahas bersama konsultan. Karena menurut Suwijana, tidak mungkin siswa itu semuanya menunggu angkutan di lokasi titik kumpul atau di satu tempat. Ada kecenderungan mereka menunggu di dekat rumah siswa atau tempat-tempat strategis yang cukup jauh dari lokasi titik kumpul.
“Jalur trayek ini penting agar penjemputan bisa lebih efektif dan siswa dapat mengakses transportasi gratis itu lebih cepat,” imbuh Suwijana.
Yang tidak kalah penting, menurutnya adalah dukungan anggaran. Dishub sudah mengajukan permohonan anggaran ke Pemkab Klungkung sebesar Rp 3 miliar guna mendukung kelancaran layanan strategis tersebut.
Suwijana menambahkan, pihaknya secara berkala melakukan evaluasi dan koordinasi bersama konsultan guna meninjau efektivitas jalur, kondisi armada, serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung.
Semua ini dilakukan untuk memastikan program angkutan siswa gratis tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga semakin efisien dan tepat sasaran.
“Sinergi antara pemerintah daerah dengan pihak konsultan menjadi hal penting dalam menjaga standar teknis dan kualitas layanan. Kami ingin memastikan bahwa program angkutan siswa gratis, benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Program angkutan siswa gratis mendapat apresiasi luas dari masyarakat sejak pertama kali diluncurkan delapan tahun lalu. Selain membantu meringankan beban biaya transportasi keluarga, keberadaan layanan ini juga dinilai mampu menekan angka keterlambatan dan ketidakhadiran siswa di sekolah, terutama bagi mereka yang tinggal jauh dari pusat pendidikan.
Serta mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas bagi siswa yang belum cukup umur untuk mengendarai motor. (yan)








