
DENPASAR – Antusiasme luar biasa ditunjukkan para pecatur muda di Bali. Panitia Turnamen Catur Junior Percasi Bali 2025 resmi menutup pendaftaran setelah jumlah peserta mencapai 160 orang, sesuai dengan kapasitas dan target yang telah ditetapkan.
Turnamen ini akan digelar pada 19 Oktober 2025, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Pelantikan Pengurus Percasi Provinsi Bali periode 2025–2029 yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober mendatang.
Ketua Panitia Turnamen, Nyoman Sutarjo, mengapresiasi tingginya minat generasi muda terhadap olahraga catur di Bali.
“Pendaftaran kami tutup karena kuota sudah penuh. Bahkan, masih banyak yang belum kebagian tempat. Ini bukti bahwa semangat anak-anak muda terhadap catur sangat besar. Ke depan, kami ingin menyiapkan turnamen dengan kapasitas lebih besar agar semua bisa ikut berpartisipasi,” ujarnya.
Turnamen ini akan memperebutkan total hadiah senilai Rp20 juta. Sutarjo yang juga ditunjuk sebagai Ketua Panitia Pelantikan Pengurus Baru Percasi Bali menambahkan, para peserta berasal dari berbagai kabupaten dan kota di seluruh Bali.
“Saya bangga melihat minat yang luar biasa ini. Semoga semua peserta mempersiapkan diri sebaik mungkin, karena ajang ini akan menjadi kesempatan berharga untuk menunjukkan kemampuan terbaik,” katanya.
Untuk memastikan kelancaran acara, panitia akan menggelar rapat persiapan akhir pada Sabtu, 11 Oktober 2025, di Wantilan Pura Dalem Guwang. Rapat tersebut akan membahas berbagai aspek teknis, mulai dari perlengkapan pertandingan, dekorasi, konsumsi peserta, hingga penampilan tari penyambutan.
“Kami ingin acara berjalan maksimal, apalagi akan dihadiri langsung oleh Pengurus Besar Percasi. Karena itu, koordinasi antar panitia dan pengurus sangat penting agar kegiatan ini berlangsung lancar dan berkesan,” tambahnya.
Melalui Turnamen Catur Junior Percasi Bali 2025, organisasi berharap dapat melahirkan generasi baru pecatur berbakat yang siap berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.
“Turnamen ini bukan sekadar ajang pertandingan, tapi juga wadah pembinaan, persahabatan, dan semangat sportivitas di kalangan pecatur muda Bali,” tutup Sutarjo. (dha)








