
BULELENG – Wakil Bupati (Wabup) Buleleng Gede Supriatna hadiri sosialisasi Program Satyagatra dan Distribusi Natura berupa susu, beras, daging ayam dan telur anak-anak usia 12-36 bulan yang mengalami gizi kurang maupun yang beresiko stunting.
Selain menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menangani stunting, pada moment yang dihadiri orang tua bayi dibawah tiga tahun (Batita/usia 12-36 bulan) yang mengalami gizi kurang dan beresiko stunting juga ditekankan pentingnya penerapan pola makan dengan gizi seimbang.
“Pemkab Buleleng berkomiten dan mendorong kegiatan DP2KBP3A, karena stunting masih menjadi perhatian serius dan bisa berdampak pada tumbuh kembang anak dalam jangka panjang, baik dari segi kesehatan maupun koaitas sumber daya manusia,” tandas Wabup Supriatna usai kegiatan di Aula Kantor DP2KBP3A Buleleng, Kamis (4/9/2025).
Wabup Supriatna didampingi Kepala DP2KBP3A Buleleng I Nyoman Riang Pustaka menegaskan kegiatan ini tidak hanya diharapkan mampu menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Buleleng, tetapi juga dapat meningkatkan tumbuh kembang anak sehingga menjadi lebih sehat, cerdas dan produktif.
“Kegiatan ini juga merupakan salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam upaya percepatan penurunan stunting sekaligus meningkatkan status gizi balita,” tandas Supriatna dibenarkan Riang Pustaka.
Selaku Kepala DP2KBP3A Kabupaten Buleleng, Riang Pustaka menegaskan pada kegiatan sosialisasi Program Satyagatra ini, sebanyak 48 orang tua di Kecamatan Buleleng tidak hanya diminta untuk menghadirkan batita usia 12–36 bulan yang mengalami gizi kurang dan berisiko stunting, tapi juga membawa buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sebagai dasar pemantauan pertumbuhan anak.
Ia menambahkan, selain sosialisasi tentang pentingnya penerapan pola makan dengan gizi seimbang, peserta juga menerima bantuan natura berupa susu, beras, daging ayam dan telur.
“Distribusi natura ini diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan gizi balita sehingga dapat mendukung peningkatan tumbuhkembang anak menjadi lebih optimal,” jelasnya.
Dengan kepedulian pemeritah dalam perbaikan gizi berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak, juga diharapkan upaya meningkatkan drajat kesehatan anak sejak usia dini dapat terwujud.
“Karena, stunting bukan hanya permasalahan kesehatan, tetapi juga masa depan anak-anak kita. Melalui sosialisasi ini, orang tua diharapkan semakin memahami akan pentingnya pola asuh dan pemberian makanan bergizi seimbang menuju Anak Indonesia Sehat dan Cerdas,” pungkasnya. (kar/jon)








