
BADUNG – Angin kencang yang terjadi belakangan ini turut mempengaruhi aktivitas para nelayan di Kuta. Namun kondisi ini ibaratnya sebagai dua sisi mata uang, di satu sisi menutup peluang, tapi disisi lain justru membuka peluang.
Ketua Kelompok Nelayan Samudera Jaya, I Wayan Setiyasa menuturkan, kondisi angin kencang memang membuat para nelayan memilih untuk cenderung melakukan aktivitas jasa antar wisatawan bermain surfing di tengah laut.
“Cuaca sekarang memang kurang kondusif untuk melaut atau memancing karena angin kencang disertai hujan tiba-tiba. Tapi astungkara, kami di Kuta masih bisa beraktivitas mengantar tamu surfing,” ucapnya.
Disampaikannya pula, Juni hingga Agustus memang dikenal sebagai musim angin kencang. Bagi nelayan, kondisi ini bukan musim ikan, tetapi justru menjadi musim mendatangkan peselancar, terutama dari Australia dan Rusia.
Dengan jasa ini, para peselancar diantar untuk menuju spot-spot ombak terbaik. Bukan hanya di seputaran Kuta saja, melainkan hingga ke perairan sekitar Uluwatu, Pecatu.
Saat ini, sambung dia, ada sekitar 70 persen anggotanya yang lebih kepada aktivitas wisata. Dalam sekali pengantaran, mereka bisa menarik tarif sekitar Rp70 – 100 ribu/orang. “Total anggota kami saat ini ada 154 orang,” pungkasnya. (adi,dha)








