
JEMBRANA – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan memberikan batas waktu (dead line) dua pekan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membuat tebe moderen.
Tidak berhenti sampai disitu, Bupati juga menginstruksikan kepada pejabat di lingkungan Pemkab Jembrana memiliki tebe moderen di rumah masing-masing dan dalam waktu 3-4peken sudah harus terwujud. Bagi staf diberikan tengat waktu 1,5 bulan.
Seluruh OPD sampai di lingkungan rumah tinggalnya wajib memiliki teba moderen. Instruksi ini berlaku bagi seluruh pejabat eselon II ke bawah, staf termasuk pegawai non ASN sesuai batas waktu yang disediakan. Jika instruksi itu tidak dilaksanakan, Bupati mengancam bakal memberlakukan sanksi.
“Saya menginstruksikan rekan-rekan ASN, mulai para pimpinan OPD, hingga ke staf, untuk menciptakan teba moderen di lingkungan OPD masing-masing. Minimal ada satu teba moderen di setiap kantor, silahkan dibuat dengan batas waktu 2 minggu dari sekarang,” tegas Bupati Kembang Hartawan saat apel rutin, Senin (2/6/2025).
Hal ini sekaligus menunjukan keseriusan Pemkab Jembrana dalam pengelolaan sampah berbasis sumber, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, berikut gerakan Bali Bersih.
Langkah bijak pembuatan teba modern, merupakan tindak lanjut dari Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 dan dipertegas lagi dengan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 09 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah.
“Keputusan ini diambil sebagai salah satu inovasi dalam pengelolaan sampah berbasis sumber. Apalagi, sejauh ini persoalan sampah menjadi hal pelik di semua daerah sehingga penanganan sampah akan menjadi tanggung jawab bersama,” kata Kembang Hartawan.
Laporan implementasi dan dokumentasi pengelolaan sampah berbasis sumber ini, akan menjadi bagian dari penilaian kinerja unit kerja maupun individu.
“Nanti saya akan sidak di masing-masing OPD maupun di rumah ASN secara langsung,” pungkasnya.
Teba moderen adalah area hijau multifungsi yang bisa dikembangkan di lingkungan rumah maupun kantor. Di dalamnya terdapat pengolahan limbah organik menjadi kompos. Kompos kemudian digunakan untuk penghijauan lingkungan sekitar. (ara,yan)








