
BADUNG – Jalan Uluwatu Jimbaran – Pecatu menjadi lautan manusia, pada Minggu (11/5) pagi. Ribuan orang berjalan kaki dalam gelaran prosesi Masupati lan Ngiring Sesuhunan Ida Bhatara Dewa Ayu.
Menurut informasi, diperkirakan ada 25 ribu orang yang mengikuti prosesi tersebut. Mereka berjalan kaki sejauh 15 kilometer, dari Pura Ulun Swi (Jimbaran) menuju Pura Luhur Uluwatu (Pecatu).
Oleh banyaknya orang yang mengikuti, iring-iringan membentang hingga 7 kilometer. Tradisi ini bukan hanya dipandang tentang berjalan kaki, melainkan lebih kepada bentuk pengabdian (subakti) yang tulus.
Ketua Panitia Petangian Ida Betara Dewa Ayu Desa Adat Jimbaran, I Nyoman Sudana mengatakan, prosesi tersebut merupakan sebuah tradisi yang turun-temurun. Yang mana pada tahun ini, jumlah yang ikut serta jauh melampaui pelaksanaan di tahun 2023.
Setelah rangkaian prosesi yang terlaksana di hari Minggu, pada Senin (12/5) iring-iringan kembali dari Pura Pererepan Pecatu menuju Pura Ulun Swi. Selanjutnya, pada Jumat (16/5) nanti, akan dilanjutkan prosesi upacara Tegak Petirtaan yang disertai gelaran Calonarang di malam harinya.
Terpisah, Sekretaris Sekaa Barong Jimbaran, I Ketut Sutarja menuturkan, untuk prosesi pada Minggu (11/5), dimulai sejak matahari terbit. Dahulu sempat dicoba dengan menggunakan kendaraan, tapi malah terjadi berbagai peristiwa tidak masuk akal sebelum menyelesaikan persiapan. Karenanya, para penglingsir memutuskan untuk tetap menjalankan tradisi, yakni dengan berjalan kaki.
“Harapan setelah upacara ini dilakukan, makro dan makrokosmos itu lebih damai, tentram, dan makmur. Karena esensi barong dan rangda itu adalah penyomian agar lebih rukun, tidak peduli warga itu pendatang, yang penting mendapat dampak baiknya,” pungkasnya. (adi,dha)








