
BADUNG – Bibit siklon 92S, menjadi salah satu faktor cuaca buruk yang belakangan ini terjadi di wilayah Bali. Bibit siklon ini berlokasi di Samudera Hindia Selatan Bali.
Prakirawan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Brian Eko Permadi menuturkan, bibit siklon 92S terpantau muncul pada tanggal 22 Maret 2025 di Samudera Hindia sebelah selatan Bali. Dengan pusat sirkulasi, yakni di sekitar 13.7 LS 114.0 BT.
“Bibit siklon tropis 92S memiliki kecepatan angin maksimum 25 knot (46 km/jam) dan tekanan udara minimum 1009 hPa,” ungkapnya ketika ditanya mengenai kondisi terkini bibit siklon tropis dimaksud, Minggu (23/3/2025).
Dalam rentang waktu 24 – 72 jam ke depan, potensi berkembangnya bibit siklon tropis 92S menjadi siklon tropis, disebut sangat rendah. Bibit siklon bergerak ke arah selatan, menjauhi wilayah Indonesia.
Meski demikian, masyarakat Pulau Dewata diharapkan tetap senantiasa waspada. Utamanya berkenaan dengan meningkatnya potensi hujan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang.
“Imbauan kepada masyarakat dan penggiat pariwisata untuk selalu berhati-hati apabila beraktivitas di luar atau saat bepergian menggunakan kendaraan. Waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang,” imbuhnya.
Sementara itu, mengutip press release BBMKG Wilayah III Denpasar mengenai ‘Prospek Cuaca Tanggal 22 – 25 Maret 2025 di Wilayah Bali’, disampaikan bahwa secara klimatologis sebagian besar wilayah Bali masih memasuki musim hujan. Yang mana hujan ringan hingga lebat di wilayah Bali, disebabkan oleh sejumlah faktor meteorologis.
Pertama, yakni bibit siklon 92S di Samudera Hindia Selatan Bali yang mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif di wilayah Bali. Kedua, MJO berada pada kuadran 5 (Maritim Continen), mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Bali. Ketiga, massa udara basah terkonsentrasi dari lapisan permukaan hingga lapisan 200 mb (12.000 m). Dan keempat, suhu muka laut di sekitar wilayah Bali berkisar antara 29 – 30°C.
Berkenaan dengan itu, dalam rilis bertandatangan Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho juga disampaikan bahwa curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi hampir di seluruh wilayah di Bali hingga beberapa hari kedepan. Berkenaan dengan itu, masyarakat dan instansi terkait diharapkan dapat senantiasa waspada. Termasuk terhadap potensi dampak ditimbulkan, seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. (adi)








