
BULELENG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menunjuk Kelurahan Penarukan dan Desa Poh Bergong Kecamatan Buleleng sebagai contoh, pilot project digitalisasi bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Buleleng.
Selain agar lebih transparan dan tepat sasaran, penerapan digitalisasi bansos yang ditandai dengan uji coba aplikasi Portal Pelayanan Sosial (Perlinsos) di seluruh kabupaten/kota se-Bali oleh Kementerian PPN/Bappenas Republik Indonesia ini juga merupakan upaya menjawab tantangan penyaluran bansos.
“Portal Pelinsos dirancang untuk menjawab dua tantangan utama bansos selama ini. Pertama, stigma negatif di masyarakat bahwa penyaluran bantuan kerap ‘milih-milih’ atau hanya untuk kalangan tertentu dan yang kedua adanya ketidaktepatan sasaran,” tandas Perencana Ahli Pertama Kementerian PPN/Bappenas, Arrie Wibowo pada acara peluncuran program Perlinsos se-Bali di Kantor Kelurahan Penarukan Kecamatan Buleleng, Rabu (4/6/2026).
Arrie Wibowo memaparkan, uji coba Aplikasi Perlinsos di Kelurahan Penarukan dan Desa Poh Bergong Kecamatan Buleleng ini merupakan pilot project dalam upaya penyaluran bansos yang lebih transparan dan tepat sasaran.
“Portal Perlinsos menerapkan skema on demand. Siapa pun boleh meminta, tapi sistem akan menyeleksi berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) serta kriteria dari Kementerian Sosial. Ada juga negative list seperti daya listrik tinggi atau kepemilikan mobil. Jika kena indikator itu, permohonan akan ditolak,” jelasnya.
Sistem ini sekaligus menjadi sarana pemutakhiran data warga masyarakat penerima manfaat bantuan sosial dari pemerintah.
“Masyarakat yang ditolak bisa menyanggah jika merasa datanya tidak sesuai. Portal akan memfasilitasi penyanggahan. Tapi jika terbukti memberikan data palsu, ada regulasi yang mengatur sanksi. Target utama sistem ini adalah menjaring warga miskin yang luput dari bantuan sekaligus menyaring penerima yang tidak berhak,” tegasnya.
Senada dengan Arrie Wibowo, Kepala Dinsos-P3A Buleleng Putu Kariaman Putra mengapresiasi penentuan Kelurahan Penarukan dan Poh Bergong Kecamatan Buleleng sebagai pilot project sangat tepat karena merupakan wilayah terluas dan terbanyak penerima manfaatnya.
“Di Kabupaten Buleleng tercatat sebanyak 351.343 jiwa atau 10.498 KK masuk Desil satu hingga lima DTSEN. Dari jumlah tersebut, jika dilihat dari penerima terbanyak dan wilayah terluas maka Kelurahan Penarukan dan Desa Poh Bergong masuk kreteria untuk menjadi percontohan atau pilot project. Sehingga kami bisa percepat proses dalam satu kecamatan dulu,” tandas Kariaman dibenarkan Desak Made Susanti.
Selaku Lurah Penarukan, Susanti mengungkapkan jumlah total penerima bansos pemerintah di wilayahnya mencapai 414 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terdiri dari 147 KPM penerima PKH dan 267 BPNT.
“Hasilnya, dari 100 KPM yang divalidasi melalui Portal Perlinsos, sebanyak 94 KPM berhasil masuk daftar atau memenuhi persyaratan sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPKM),” pungkasnya.(kar/jon)








