
KUTA — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung telah bergerak melancarkan rencana proyek pelebaran jalur pedestrian di kawasan Jalan Pantai Kuta. Proyek penataan estetika yang menyasar rute dari Hard Rock hingga Pullman tersebut kini telah memasuki tahap awal pelaksanaan, ditandai dengan proses pengukuran lapangan (setting out) yang telah rampung dilaksanakan pada Rabu (20/5/2026).
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Badung, I Nyoman Karyasa tidak menampik hal tersebut. Kata dia, proyek infrastruktur ini ditargetkan dapat mulai terlaksana pada tahun anggaran ini. “Kemarin sudah ada pengecekan ke lapangan oleh Bidang Bina Marga,” ungkapnya singkat, sembari mengarahkan agar mengkonfirmasi lebih lanjut ke bidang terkait.
Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Badung, I Putu Teddy Widnyana Putra memastikan bahwa sebelum tahapan fisik berjalan, pemerintah daerah telah terlebih dahulu memprioritaskan aspek pendekatan humanis. Sosialisasi resmi telah digelar pada Jumat (15/5/2026) dengan mengundang para pemilik lahan serta pelaku usaha sekitar.
Teddy mengungkapkan, sementara ini respons yang diterima dari masyarakat dan pelaku usaha lokal secara umum terbilang sangat positif. Meski demikian, pemerintah memahami adanya dinamika di lapangan, termasuk permohonan waktu tambahan dari sejumlah pelaku usaha guna melakukan koordinasi internal, mengingat status tanah yang mereka tempati saat ini merupakan lahan sewa.
Teddy menjelaskan, dalam perencanaan awalnya, jalur pedestrian baru ini ditargetkan memiliki lebar ideal hingga 5,15 meter dari tepi jalan. Kendati demikian, Dinas PUPR menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat fleksibel dan akan disesuaikan kembali di lapangan setelah seluruh data mengenai status kepemilikan dan legalitas lahan di sekitar kawasan terkumpul sepenuhnya.
“Dari data itu kita akan identifikasi, apakah bisa kita lebarkan selebar itu atau bagaimana. Tentu dalam hal ini kita akan lakukan pendekatan kepada para pemilik lahan untuk membantu menyukseskan program pemerintah ini,” sebut Teddy.
Berdasarkan estimasi total sepanjang 1,5 kilometer jalur yang rencana ditata, pengerjaannya akan dilakukan secara bertahap. Sebagian dilaksanakan pada tahun ini, dan sisanya akan dilanjutkan pada 2027 mendatang. “Karena ini menyesuaikan dengan Pagu (anggaran) yang ada,” tambahnya, sembari mengabarkan bahwa saat ini perwujudan pekerjaan fisik tersebut masih dalam proses tender (lelang).
Senada dengan yang pernah disampaikan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, Teddy menyebutkan bahwa esensi utama dari proyek pelebaran pedestrian ini tidak lain adalah untuk mengembalikan marwah Kuta sebagai destinasi wisata internasional. Jalur pedestrian yang dirancang lebih luas, nantinya tidak sekadar berfungsi sebagai trotoar biasa, melainkan akan disulap menjadi kawasan yang estetik.
Pemerintah Kabupaten Badung, sambung dia, bakal melengkapinya dengan konsep pertamanan yang tertata rapi, penanaman pohon-pohon peneduh berukuran besar, serta penyediaan fasilitas tempat duduk publik yang representatif untuk kenyamanan masyarakat dan wisatawan. Selain itu, keberadaannya juga akan dilengkapi tempat utilitas bawah trotoar.
“Sederhananya, tujuan kita adalah menata Kuta. Kami harap para pemilik lahan ataupun pelaku usaha sekitar bisa ikut berkontribusi menyukseskan program pemerintah ini. Tidak ada pembebasan lahan, jadi kami mohon dukungannya,” pungkas Teddy. (adi)








