
KARANGASEM – Persoalan kesenjangan akses telekomunikasi masih menjadi pekerjaan rumah di Kabupaten Karangasem. Hingga akhir tahun 2025, belasan titik di sejumlah kecamatan masih terdeteksi sebagai wilayah blank spot atau minim jangkauan sinyal.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Karangasem mencatat dari delapan kecamatan, hanya wilayah Bebandem yang sepenuhnya bebas blank spot.
Sejumlah titik yang masih mengalami keterbatasan sinyal tersebar di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, dan wilayah Desa Seraya Barat di Kecamatan Karangasem. Kondisi serupa ditemukan di Desa Ngis, Kecamatan Manggis.
Kemudian, wilayah Kecamatan Kubu meliputi Desa Ban dan Desa Sukadana, di Desa Sebudi, Kecamatan Selat, serta Desa Telaga Tawang, Kecamatan Sidemen.
Kepala Dinas Kominfo Karangasem Ida Nyoman Astawa mengungkapkan, faktor geografis menjadi penyebab utama masih adanya blank spot. Kontur wilayah yang didominasi perbukitan dan lembah membuat jangkauan sinyal telekomunikasi terhalang, sehingga sulit dijangkau oleh infrastruktur jaringan.
“Menyikapi kondisi tersebut, kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan menyampaikan wilayah-wilayah yang masih mengalami blank spot,” ujarnya, Kamis (9/4/2026)
Pihaknya juga terus melakukan pendataan wilayah yang memenuhi kriteria untuk diusulkan dalam program penguatan jaringan melalui platform SIGNAL yang disediakan pemerintah pusat dengan harapan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur telekomunikasi di daerah-daerah yang masih terisolasi sinyal.
Sebagai langkah jangka pendek, Pemkab Karangasem menghadirkan layanan internet gratis di sejumlah desa dengan memanfaatkan anggaran daerah (APBD). Program ini diharapkan mampu menjadi solusi sementara, sekaligus membuka akses informasi dan komunikasi bagi masyarakat di wilayah blank spot.
Dengan berbagai upaya tersebut, pemerintah berharap kesenjangan digital di Karangasem dapat segera teratasi, sehingga seluruh masyarakat bisa menikmati layanan telekomunikasi yang merata dan mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik.








