
KLUNGKUNG – Pemkab Klungkung menggandeng pihak swasta untuk membangun fasilitas Asphalt Mixing Plant (AMP) atau pabrik pencampur aspal di kawasan wisata Nusa Penida. Keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan serta pemeliharaan infrastruktur jalan di pulau yang menjadi destinasi pariwisata andalan tersebut.
Rencana pembangunan pabrik AMP tersebut mengemuka saat Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra menerima audiensi jajaran PT Maha Karya Wiguna di ruang rapat Kantor Bupati Klungkung, Senin (9/3/2026).
Dalam pertemuan itu, pihak perusahaan memaparkan rencana pemasangan AMP 500 tipe mobile di wilayah Nusa Penida.
Bupati Satria menyatakan pada prinsipnya Pemkab Klungkung menyambut baik rencana strategis tersebut, karena keberadaan fasilitas pencampur aspal dinilai dapat mempercepat pembangunan jalan yang selama ini menjadi salah satu tantangan di Nusa Penida.
“Pada prinsipnya kami menyambut baik rencana ini. Namun seluruh proses perizinan harus dipenuhi secara lengkap sesuai aturan yang berlaku,” tegas Bupati Satria.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Klungkung I Made Jati Laksana dikonfirmasi menjelaskan, rencana pembangunan AMP tersebut akan berlokasi di Banjar Nyuh, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida. Fasilitas yang dibangun bersifat mobile sehingga dapat dipindahkan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan.
Menurutnya, seluruh proses pengadaan hingga pengiriman material untuk pembangunan maupun operasional AMP akan ditangani oleh pihak swasta selaku investor. Pihak perusahaan juga telah memaparkan langkah-langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak lingkungan seperti potensi polusi udara dan kebisingan.
“Terkait dampak lingkungan seperti polusi dan kebisingan sudah dipaparkan kepada Bupati sebagai bagian dari rencana operasional AMP,” jelas Jati Laksana.
Dari sisi tata ruang, ia menilai pembangunan fasilitas tersebut secara prinsip masih dimungkinkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), meskipun tetap harus memenuhi sejumlah persyaratan dan kajian lanjutan.
Selama ini, material aspal untuk pembangunan jalan di Nusa Penida umumnya harus didatangkan dari luar pulau, sehingga berdampak pada tingginya biaya logistik dan lamanya proses pekerjaan. Dengan adanya AMP di Nusa Penida, pembangunan serta pemeliharaan jalan diharapkan bisa berlangsung lebih cepat dan efisien.
Meski demikian, rencana pembangunan pabrik aspal di kawasan yang dikenal sebagai destinasi wisata dunia ini diperkirakan juga akan menjadi perhatian berbagai pihak, khususnya terkait dampak lingkungan serta kesesuaiannya dengan konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan di Nusa Penida. (yan)








