
DENPASAR – Perayaan HUT ke-238 Kota Denpasar yang dirangkaikan dengan DTIK Festival tahun ini tak sekadar menghadirkan hiburan dan lomba, tetapi juga difokuskan pada pembukaan peluang kerja bagi masyarakat. Pemerintah Kota Denpasar menggelar job fair dengan total 2.600 lowongan kerja dari 30 perusahaan.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menekan angka pengangguran di Kota Denpasar.
“Job fair ini jangan hanya setahun sekali, harus bisa lebih dari sekali. Tahun ini melibatkan 30 perusahaan dengan total 2.600 lowongan kerja,” ujar Arya Wibawa disela jumpers di Gedung Dharma Negara Alaya, Lumintang, Kamis (26/2/2026).
Dari total lowongan tersebut, menargetkan 60 persen loker bisa terserap termasuk peluang kerja untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI), sementara sisanya berasal dari sektor perbankan, teknologi, dan berbagai bidang usaha lainnya. Job fair ini berlangsung selama tiga hari dan terbuka untuk umum.
Menurut Arya Wibawa, meski perayaan HUT ke-238 dikemas lebih sederhana karena kondisi cuaca yang kurang mendukung, keterlibatan masyarakat, komunitas, dan stakeholder justru semakin meningkat.
Usai apel peringatan HUT, dijadwalkan Wali Kota bersama jajaran mengunjungi parade ngelawar yang melibatkan para yowana, serta menyaksikan pertunjukan seni di Ruang Taksu. Para yowana sebelumnya juga telah memasang penjor sebagai bagian dari semarak perayaan.
Selain job fair, rangkaian kegiatan juga diisi lomba drone dengan pendekatan berbeda. Peserta diharapkan tidak sekadar membuat konten visual menarik, tetapi juga menampilkan kondisi riil Kota Denpasar, seperti menyusuri sungai-sungai yang ada di wilayah kota.
Di sektor ekonomi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan turut menggelar pameran IKM yang mengangkat UMKM lokal Denpasar. Komunitas ketahanan pangan juga dilibatkan menjelang Hari Raya, termasuk pameran perikanan dengan menampilkan 200 ekor ikan mas koki.
Arya Wibawa menegaskan, penyelenggaraan event berskala besar ini tetap mengedepankan tata kelola lingkungan. Pemkot Denpasar menggandeng komunitas pengelola sampah dengan target zero waste atau tidak ada sampah yang keluar dari lokasi kegiatan.
“Pergerakan masyarakat dalam mengelola sampah harus semakin baik. Dari survei, sekitar 30 persen warga Denpasar sudah sadar memilah sampah. Ini harus terus ditingkatkan,” tegasnya.
Melalui kolaborasi perayaan HUT Kota Denpasar dan DTIK Festival, pemerintah berharap bukan hanya semarak perayaan yang tercipta, tetapi juga dampak nyata berupa terbukanya lapangan kerja dan penguatan ekonomi masyarakat. (sur)








