
KLUNGKUNG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Klungkung mendorong pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali lomba desa sebagai salah satu strategi membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan berkelanjutan.
Upaya ini dinilai penting agar persoalan kebersihan dan pengelolaan lingkungan tidak semata-mata dibebankan kepada pihak eksekutif, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Anggota DPRD Klungkung, Anak Agung Sayang Suparta, menegaskan isu kebersihan lingkungan merupakan persoalan mendasar yang harus ditangani secara kolaboratif dan berkelanjutan. Ia menilai, selama ini penanganan kebersihan kerap terkesan hanya menjadi tugas pemerintah daerah, tanpa keterlibatan optimal dari masyarakat, desa, maupun lembaga lainnya.
“Masalah kebersihan tidak boleh hanya dibebankan kepada eksekutif semata. Perlu ada program yang melibatkan semua pihak, termasuk anggota dewan sesuai daerah pemilihan (dapil) masing-masing, serta melibatkan siswa-siswa yang ada di Kabupaten Klungkung,” ujar Sayang Suparta, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, keterlibatan pelajar dalam program lingkungan sangat penting sebagai bagian dari edukasi sejak dini. Dengan demikian, kegiatan kebersihan tidak hanya berhenti pada rutinitas seremonial, tetapi mampu menanamkan kesadaran jangka panjang kepada generasi muda.
“Jangan hanya fokus pada kegiatannya saja, tetapi bagaimana kegiatan itu juga mengajarkan sejak dini kepada anak-anak kita tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Kesadaran ini harus dibangkitkan sejak muda, agar ke depan kegiatan bersih-bersih lingkungan bisa berkelanjutan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sayang Suparta juga menyoroti peran dinas terkait, khususnya Dinas Pemberdayaan Desa (Pemdes), yang dinilainya belum maksimal dalam menghadirkan program-program lingkungan hingga ke tingkat desa. Ia mengaku jarang melihat adanya program desa yang secara khusus menyentuh persoalan kebersihan dan pelestarian lingkungan.
“Di sinilah peran dinas terkait dan pemerintah desa harus diperkuat. Saya melihat pemdes belum memiliki program yang benar-benar menyentuh isu lingkungan di desa,” ujarnya.
Untuk itu, ia mengajak pemerintah daerah kembali menghidupkan lomba desa seperti yang pernah dilaksanakan pada masa lalu. Menurutnya, lomba desa terbukti efektif mendorong desa-desa berlomba menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata.
“Kalau dulu, desa yang bersih bisa mendapatkan reward melalui lomba desa, dan itu bisa dilaksanakan meskipun saat itu belum ada dana desa. Tidak ada anggaran besar pun masih mampu menyelenggarakan lomba desa. Sekarang justru sudah ada dana desa, kok malah tidak bisa. Di mana letak persoalannya?” tandasnya.
Sayang Suparta menilai, dengan adanya dana desa saat ini, seharusnya program berbasis lingkungan bisa lebih mudah diwujudkan. Tinggal bagaimana komitmen dan keberpihakan pemerintah dalam menjadikan isu lingkungan sebagai prioritas pembangunan.
Ia juga mengaitkan dorongan tersebut dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto saat Rapat Koordinasi Nasional bersama para gubernur, bupati/wali kota, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Indonesia. Dalam forum tersebut, Presiden menekankan kembali bahwa isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, merupakan persoalan strategis nasional yang harus ditangani secara serius.
“Arahan Presiden Prabowo itu mengingatkan kita semua bahwa penanganan sampah dan isu lingkungan harus dilakukan secara kolaboratif,” imbuhnya.
Sebagai contoh, ia menyebutkan penanganan sampah di Kabupaten Klungkung, khususnya di desa-desa yang telah memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 3R. Menurutnya, desa-desa tersebut sudah mampu melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik dengan cukup baik.
“Permasalahannya sekarang, apakah Pemkab Klungkung sudah mampu menyiapkan tempat atau solusi lanjutan untuk sampah anorganiknya. Kalau pemilahan sudah berjalan, tetapi ujungnya tidak jelas, ini juga akan menjadi masalah baru,” tegas Sayang Suparta.
Ia berharap, melalui penguatan program lingkungan berbasis desa dan dihidupkannya kembali lomba desa, kesadaran kolektif masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Klungkung dapat terus meningkat, sejalan dengan arah kebijakan nasional dan kebutuhan daerah.
Sementara itu menurut Wakil Bupati (Wabup) Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, selama ini, kegiatan bersih lingkungan termasuk bersih-bersih pantai di Klungkung telah rutin dilaksanakan, baik yang diinisiasi oleh Pemkab Klungkung maupun melalui kolaborasi dengan TNI, Polri, serta kelompok-kelompok masyarakat peduli lingkungan yang bergerak secara mandiri.
“Ke depan, sesuai arahan Bapak Presiden, kami akan melibatkan anak-anak sekolah dari tingkat SD hingga SMA. Mereka akan dijadwalkan secara bergiliran untuk melaksanakan kegiatan bersih-bersih pantai secara masif,” tegas Tjok Surya.
Tjok Surya sepakat dengan Dewan, kegiatan ini tidak semata-mata bertujuan menangani persoalan sampah, namun lebih menitikberatkan pada edukasi lingkungan sejak dini kepada generasi penerus bangsa. (yaan)








