
DENPASAR – Gas LPG 3 kilogram atau gas melon kembali langka di pasaran. Dalam sepekan terakhir, masyarakat mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas subsidi tersebut di warung-warung eceran. Kalaupun tersedia, harganya mengalami lonjakan signifikan.
Pantauan di sejumlah wilayah Kota Denpasar, harga gas melon kini berkisar Rp24 ribu hingga Rp25 ribu per tabung. Kondisi ini dikeluhkan baik oleh warga maupun pedagang kecil yang menggantungkan pasokan dari agen.
Salah seorang pedagang eceran mengaku sudah hampir sepekan terakhir kesulitan menerima kiriman gas. “Sudah seminggu ini susah dapat gas. Harga sekarang sudah Rp24 ribu, bahkan ada warung lain yang jual sampai Rp25 ribu,” ujar seorang pedagang di kawasan Denpasar.
Keluhan serupa disampaikan pedagang di kawasan Penatih. Ia menyebut kelangkaan gas melon mulai dirasakan sejak empat hari terakhir. “Belakangan ini susah gas, kalau pun ada jatahnya sedikit,” ungkap pemilik warung saat dikonfirmasi, Kamis (21/1/2026).
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari, mengatakan bahwa berdasarkan hasil koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga, penyaluran LPG 3 kilogram tetap berjalan sesuai kuota masing-masing agen.
“Distribusi dari agen ke pangkalan waktunya ditentukan oleh agen masing-masing, bisa dilakukan pagi atau sore hari,” jelasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar membeli LPG 3 kilogram di pangkalan resmi terdekat guna menghindari harga tinggi di tingkat pengecer. “Kami harapkan masyarakat membeli gas melon di pangkalan resmi agar sesuai harga yang telah ditetapkan,” pungkasnya.(sur)








