
DENPASAR –Dinas Pariwisata Provinsi Bali meluncurkan, Calendar of Events (COE) 2026. Dalam celender itu, mencatat semarak festival bakal digelar selama setahun penuh di Pulau Dewata. Peluncuran Bali COE 2026 di Aula Etna Dinas Pariwisata Bali di Denpasar, Selasa (13/1/2026).
Kepala Dinas Pariwisata Bali, I Wayan Sumarajaya mengatakan, event daerah Bali COE tahun ini total berjumlah 56 events. “Terdiri dari 40 events budaya, 7 event sport (olahraga), 2 Event MICE, 1 event fashion 4 events musik dan 2 events kuliner,” sebutnya.
Lanjutnya, seluruhnya dirancang untuk memperkuat citra Bali sebagai destinasi pariwisata berkualitas yang tidak hanya indah, tetapi juga kaya nilai budaya, spiritual, dan kearifan lokal.
Pelaksanaan event ke depan diharapkan tidak semata-mata berorientasi pada jumlah kunjungan, tetapi lebih pada kualitas pengalaman wisatawan, pelestarian budaya, serta keberlanjutan lingkungan.
Oleh karena itu, setiap event didorong untuk menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan, ramah lingkungan, inklusif, serta menghormati nilai-nilai adat dan budaya Bali.
“Kami menaruh harapan besar pada sinergitas program kegiatan di tahun 2026 ini dapat menjadi sarana pemerataan kunjungan wisatawan, baik dari sisi waktu maupun wilayah,” ujarnya.
Dengan penyebaran event yang merata sepanjang tahun dan di seluruh kabupaten/kota, lanjut dia, diharapkan tidak terjadi penumpukan kunjungan pada periode atau lokasi tertentu saja, melainkan tercipta keseimbangan yang berdampak positif bagi perekonomian daerah.
Sumarajaya menambahkan, Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, desa adat, komunitas kreatif, akademisi, serta dukungan aktif dari insan media dalam menyebarluaskan informasi dan promosi event-event yang telah direncanakan.
“Berkolaborasi dengan seluruh pihak untuk menjadikan Bali Calendar of Event (CoE) Tahun 2026 sebagai acuan bersama dalam penyusunan program, promosi, serta pelaksanaan kegiatan, sehingga tercipta keselarasan langkah dan tujuan dalam memajukan pariwisata Bali,” pungkasnya. (jay/jon)
Event pariwisata yang digelar di Bali sepanjang 2026
Februari
-6th Multilateral Naval Exercise
Event berskala internasional di Pelabuhan Benoa ini mempertemukan angkatan laut dari berbagai negara untuk memperkuat kerja sama maritim, keamanan laut, serta persahabatan antarbangsa. Selain latihan militer non-tempur, kegiatan ini juga menampilkan berbagai acara kebudayaan, pameran maritim, serta pertunjukan seni yang melibatkan masyarakat lokal. Bali menjadi tuan rumah yang ideal, menghadirkan suasana harmonis antara kekuatan maritim dunia dengan keindahan budaya Nusantara.
Maret
-Buleleng International Rhythm Festival
Buleleng International Rhythm Festival hadir pada 10 – 13 Maret 2026 untuk merayakan keberagaman musik dan ritme dari berbagai penjuru dunia! Selama empat hari penuh. Festival ini akan membawa Anda dalam petualangan musik yang memadukan tradisi lokal, budaya internasional, dan kolaborasi artistik di jantung Bali Utara, Buleleng.
– Kesanga Fest 2026
Kesanga Fest yang direncanakan pada 12 Maret 2026 di Catur Muka Denpasar, merupakan festival budaya yang digelar dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi. Festival ini menampilkan kekayaan tradisi Bali melalui parade ogoh-ogoh, seni pertunjukan, pameran UMKM, serta berbagai aktivitas kreatif yang melibatkan masyarakat. Kesanga Fest menjadi ruang pelestarian budaya sekaligus ajang kebersamaan menjelang Tahun Baru Caka.
– Pawai Ogoh-Ogoh Denpasar
Parade Ogoh-Ogoh digelar sehari sebelum Hari Suci Nyepi (Pengerupukan), 18 Maret 2026, sebagai wujud penyucian diri dan alam dari unsur negatif. Boneka raksasa berbentuk makhluk mitologis ini dibuat dengan kreativitas tinggi oleh para pemuda dan diarak keliling desa diiringi gamelan baleganjur. Selain sarat makna spiritual, parade ini juga menjadi daya tarik seni dan budaya yang memukau wisatawan.
– Lukat Geni
Tradisi yang bermakna Pembersihan Bhuana Agung (alam semesta) dan Bhuana Alit (manusia) menggunakan sarana api. Tradisi ini rutin digelar pada Hari Pengerupukan yaitu 1 (satu) hari menjelang Hari Raya Nyepi. Lukat Geni dilaksanakan untuk menyambut tahun baru Caka (sekali dalam 1 tahun kalender caka / 350 hari). Digelar di Puri Satria Kawan Desa Paksebali, Klungkung, 18 Maret 2026.
– Omed-Omedan
Omed-Omedan adalah tradisi unik yang digelar sehari setelah Hari Suci Nyepi di Banjar Kaja, Desa Sesetan, Denpasar, 20 Maret 2026. Acara ini melibatkan para pemuda dan pemudi yang saling tarik-menarik dan berpelukan sambil disiram air, sebagai simbol penyucian diri dan mempererat kebersamaan warga. Tradisi yang telah berlangsung turun-temurun ini dipercaya membawa keberuntungan dan keharmonisan bagi masyarakat. Selain menjadi bagian penting dari budaya lokal, Omed-Omedan juga menarik perhatian wisatawan karena suasananya yang meriah, hangat, dan penuh keceriaan.
– Buleleng Ethno Carnival
Event yang memberikan wadah dan menggali kreatifitas anak muda Bali khususnya anak muda Buleleng di bidang kreatifitas fashion design dan selain itu juga dalam event ini akan berpengaruh positif terhadap ekosistem fashion design, pelestarian budaya, dan juga pariwisata.
April
– Bali Spirit Festival 15 – 19 April 2026
Bali Spirit Festival di The Yoga Barn, Ubud, merupakan festival internasional yang merayakan harmoni antara tubuh, jiwa, dan alam melalui yoga, musik, dan tari. Diselenggarakan di Ubud, jantung spiritual Bali, festival ini menghadirkan ratusan kelas yoga, meditasi, dan workshop pengembangan diri yang dipandu oleh instruktur dan praktisi dari seluruh dunia.
Selain sesi spiritual, pengunjung juga dapat menikmati konser musik dunia, pertunjukan tari, bazar produk kesehatan, serta kuliner organik khas Bali. Festival ini tidak hanya menjadi ajang kebugaran dan inspirasi, tetapi juga wadah pertemuan lintas budaya yang memancarkan semangat kedamaian, kesadaran, dan keberlanjutan.
– Festival Semarapura, 28 April – 1 Mei 2026
Festival Semarapura merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kota Semarapura, Ibu Kota Kabupaten Klungkung. Festival ini menampilkan berbagai kegiatan menarik seperti pawai budaya, parade busana adat, pementasan seni tari dan musik tradisional, pameran UMKM, serta kuliner khas Klungkung.
Selain menjadi sarana pelestarian budaya lokal, festival ini juga menjadi ruang kreatif bagi masyarakat untuk menampilkan potensi seni, ekonomi, dan pariwisata daerah. Suasana meriah dan semangat kebersamaan menjadikan Festival Semarapura sebagai salah satu perayaan paling ditunggu di Bali Timur.
– Food, Hotel & Tourism Bali, 28 – 30 April 2026
Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) di BNDCC kembali sebagai pameran dagang terbesar di Indonesia Timur, menghadirkan inovasi dan peluang bisnis di industri makanan & minuman, pariwisata, dan perhotelan. Selama tiga hari, FHTB menampilkan produk premium, perlengkapan hotel, layanan F&B, kopi, wine & spirits, hingga solusi kemasan terbaru.
Sebagai platform bisnis internasional dua tahunan, FHTB mempertemukan pemasok dan pembeli dari jaringan hotel, restoran, dan resort ternama, membuka akses luas ke pasar Indonesia Timur yang terus berkembang. Bergabunglah di FHTB 2026 dan temukan peluang kolaborasi serta inovasi terbaru untuk mendorong pertumbuhan industri.
Mei
– BTR Ultra, 15 – 17 Mei 2026
BTR Ultra adalah ajang lari lintas alam berskala internasional yang menantang para pelari menaklukkan medan pegunungan, hutan, dan pedesaan di Bali. Mengusung konsep eco trail running, event ini tidak hanya menguji ketahanan fisik dan mental, tetapi juga mengajak peserta untuk menikmati keindahan alam serta kearifan lokal masyarakat Bali.
Dengan berbagai kategori jarak mulai dari fun run hingga ultra marathon BTR Ultra menjadi wadah bagi pelari profesional maupun pemula dari seluruh dunia untuk berkompetisi dalam suasana penuh semangat sportivitas dan kebersamaan. Event ini juga mendukung pariwisata berkelanjutan melalui promosi destinasi alam Bali yang masih asri dan autentik.
– Ubud Food Festival, 29 – 31 Mei 2026
Ubud Food Festival di Taman Kuliner, Ubud, merupakan perayaan kuliner tahunan berskala internasional yang menyoroti kekayaan cita rasa Nusantara dan inovasi kuliner dunia. Diselenggarakan di jantung budaya Bali, festival ini menghadirkan deretan koki ternama, pelaku industri kuliner, serta pecinta makanan dari berbagai negara.
Selama beberapa hari, pengunjung dapat menikmati demo masak, lokakarya, diskusi kuliner, pasar makanan, serta berbagai sajian khas yang menggugah selera. Tak hanya sekadar festival kuliner, Ubud Food Festival juga menjadi wadah pertukaran ide, kolaborasi lintas budaya, dan promosi produk lokal Bali yang berkelanjutan.
– Bali Beyond Travel Fair, 28 – 30 Mei 2026
Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) di Nusa Dua, merupakan pameran pariwisata terbesar di Indonesia yang mempertemukan pelaku industri wisata dari dalam dan luar negeri. Diselenggarakan setiap tahun di Bali, event ini menjadi ajang penting bagi pelaku pariwisata untuk mempromosikan destinasi, produk, dan layanan unggulan Indonesia kepada pembeli potensial dari berbagai negara.
Selain sesi business matching, BBTF juga menghadirkan seminar, presentasi destinasi, dan program tur bagi peserta untuk menjelajahi keindahan Bali serta daerah lainnya di Indonesia. Melalui kegiatan ini, BBTF berperan besar dalam memperkuat posisi Indonesia, khususnya Bali, sebagai destinasi utama pariwisata dunia.
-Gianyar Festival Layang-Layang
Gianyar Layang-Layang Festival merupakan ajang budaya yang menampilkan keindahan dan kreativitas seni layang-layang tradisional Bali. Festival ini menghadirkan berbagai jenis layang-layang khas Gianyar, diiringi dengan musik tradisional, parade, serta partisipasi komunitas layang-layang dari berbagai daerah. Selain sebagai upaya pelestarian budaya, festival ini juga menjadi daya tarik wisata dan ruang ekspresi kreatif masyarakat.
Juni
– Bali International Film Festival Balinale, 1 – 7 Juni 2026
Bali International Film Festival atau Balinale di Denpasar, merupakan ajang perfilman bergengsi yang menampilkan karya sineas lokal dan internasional dari berbagai genre. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2007, festival ini menjadi wadah bagi para pembuat film untuk berbagi inspirasi, budaya, dan cerita melalui layar lebar.
Selain pemutaran film, Balinale juga menghadirkan diskusi panel, lokakarya, serta sesi tanya jawab bersama sutradara dan aktor. Diselenggarakan di Bali, festival ini memadukan apresiasi terhadap seni sinema dengan keindahan budaya dan keramahan pulau dewata, menjadikannya salah satu ajang film paling berkesan di Asia Tenggara.
– Bali Wellness And Beauty Expo, 4 – 6 Juni 2026
Bali Wellness & Beauty Expo di The Meru, Sanur adalah pameran tahunan yang menghadirkan berbagai inovasi di bidang kesehatan, kecantikan, dan gaya hidup holistik. Event ini mempertemukan brand kecantikan, spa, wellness retreat, praktisi kesehatan, serta UMKM lokal yang menawarkan produk alami dan perawatan berbasis tradisi Bali.
Pengunjung dapat menikmati demo perawatan, konsultasi kesehatan, workshop wellness, sesi yoga & meditasi, serta bazar produk kecantikan dan herbal. Expo ini menjadi wadah inspiratif bagi mereka yang ingin mengeksplorasi gaya hidup sehat, alami, dan berkelanjutan di Pulau Dewata.
– Ubud Open Studios, 5 – 7 Juni 2026
Ubud Open Studios adalah acara tahunan yang memberikan kesempatan bagi publik untuk menjelajahi dunia seni rupa Bali secara lebih dekat. Selama tiga hari, para seniman lokal dan internasional yang bermukim di Ubud membuka studio mereka untuk dikunjungi, memperlihatkan proses kreatif, teknik berkarya, hingga karya-karya terbaru mereka.
Pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan para seniman, mengikuti lokakarya seni, serta membeli karya asli yang dipamerkan. Kegiatan ini bukan hanya memperkuat hubungan antara seniman dan masyarakat, tetapi juga menegaskan posisi Ubud sebagai pusat seni dan budaya kontemporer di Bali.
– Tenganan Pegringsingan Culture Festival, Karangasem, 9 – 11 Juni 2026
Festival budaya ini digelar di Desa Adat Tenganan Pegringsingan, salah satu desa Bali Aga tertua di Bali. Pengunjung dapat menyaksikan tradisi Perang Pandan (mekare-kare) yang melambangkan keberanian dan penghormatan terhadap Dewa Indra, serta menikmati pementasan seni, upacara adat, dan pameran kain Gringsing—tenunan ganda langka khas desa ini.
Berbagai kegiatan UMKM dan kuliner tradisional turut memeriahkan festival, memberikan pengalaman autentik kehidupan masyarakat Bali Aga yang menjunjung tinggi harmoni, tradisi, dan spiritualitas.
– Pesta Kesenian Bali XLVII, 13 Juni – 11 Juli 2026
Pesta Kesenian Bali merupakan festival seni tahunan terbesar di Pulau Dewata yang menampilkan kekayaan budaya dan kreativitas seniman Bali.
Diselenggarakan selama sebulan penuh di Taman Werdhi Budaya Art Centre, Denpasar, festival ini menghadirkan parade pembukaan megah, pementasan tari, karawitan, teater, lomba, pameran seni rupa, kuliner, serta bazar UMKM lokal. PKB menjadi wadah pelestarian dan inovasi seni tradisional maupun kontemporer, serta momentum penting untuk memperkuat identitas budaya Bali di mata dunia.
– Semarak Pandawa Festival, 18 – 20 Juni 2026
Semarak Pandawa Festival merupakan perayaan budaya dan pariwisata yang digelar di kawasan Pantai Pandawa, salah satu destinasi indah di Bali Selatan. Festival ini menampilkan pertunjukan seni tradisional dan modern, parade budaya, kompetisi kreatif, serta beragam aktivitas masyarakat dan UMKM lokal. Dengan latar tebing kapur ikonik dan pemandangan pantai yang menawan, festival ini menghadirkan suasana meriah yang memadukan keindahan alam, kreativitas, dan kekayaan budaya Bali.
– Karangasem Festival, 22 Juni 2026
Karangasem Festival merupakan perayaan Hari Ulang Tahun Kota Amlapura yang menampilkan identitas budaya, kreativitas masyarakat, dan kemajuan kota sebagai pusat pemerintahan Karangasem. Melalui rangkaian acara seni, pertunjukan tradisi, pameran UMKM, serta kegiatan komunitas, festival ini menjadi ruang untuk merayakan sejarah Amlapura sekaligus menunjukkan semangat modernitas yang tetap berakar pada budaya lokal.
Festival Amlapura tidak hanya menjadi ajang hiburan dan kebanggaan warga, tetapi juga momentum memperkuat persatuan, menghidupkan ekonomi kreatif, dan mempromosikan potensi kota kepada masyarakat luas.
– Mekotek, 27 Juni 2026
Tradisi Mekotek atau disebut juga Ngerebek, merupakan ritual khas Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, yang digelar setiap enam bulan sekali pada perayaan Hari Raya Kuningan.
Tradisi ini dilakukan sebagai simbol kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (kejahatan) serta wujud rasa syukur atas keselamatan dan keharmonisan desa.
Dalam prosesi ini, para pria desa membawa tongkat kayu sepanjang dua hingga tiga meter yang kemudian disatukan membentuk kerucut besar, lalu saling dorong sambil diiringi sorak dan tabuhan gamelan. Tradisi yang telah berlangsung sejak masa kerajaan Mengwi ini dipercaya membawa keberkahan dan mempererat persaudaraan antarwarga.
Mekotek juga menjadi tontonan menarik bagi wisatawan karena memadukan nilai spiritual, kebersamaan, dan semangat heroik masyarakat Bali.
Juli
– Penglipuran Village Festival, 10 – 12 Juli 2026
Penglipuran Village Festival merupakan perayaan budaya tahunan yang digelar di Desa Adat Penglipuran, Bangli — salah satu desa terbersih di dunia. Festival ini menampilkan keindahan tata ruang desa tradisional Bali yang berpadu dengan berbagai kegiatan budaya seperti pawai adat, permainan rakyat, pertunjukan seni tari dan musik Bali, serta pameran UMKM lokal.
Selain itu, pengunjung dapat menikmati kerajinan tangan, kuliner khas daerah, dan tradisi masyarakat yang masih lestari. Festival ini menjadi ajang untuk mengenalkan nilai-nilai kearifan lokal, pelestarian lingkungan, serta memperkuat identitas budaya Bali di tengah modernisasi.
– Festival Bali Jani, 11 – 25 Juli 2026
Festival Bali Jani 2026 di Taman Werdhi Budaya/Art Centre Denpasar, adalah perayaan seni kontemporer Bali yang menampilkan kreativitas modern tanpa meninggalkan akar budaya lokal. Festival ini menghadirkan pementasan teater, musik, tari kontemporer, sastra, seni rupa, film, instalasi seni, hingga pameran kreatif dari para seniman muda maupun profesional. Berbagai kegiatan workshop, diskusi kreatif, serta bazar UMKM turut melengkapi suasana, menjadikan festival ini ruang ekspresi inovatif yang memperkuat ekosistem seni modern Bali.
– Jatiluwih Festival, 18 – 19 Juli 2026
Jatiluwih Festival merupakan perayaan budaya dan alam yang diselenggarakan di kawasan persawahan Jatiluwih, warisan budaya dunia UNESCO yang terkenal dengan panorama terasering Subak. Festival ini menampilkan atraksi seni tradisional, pertunjukan musik akustik alam, pameran UMKM lokal, demo kuliner berbahan hasil pertanian setempat, serta aktivitas edukasi terkait sistem irigasi Subak. Dengan suasana pedesaan yang asri, pengunjung dapat merasakan harmoni antara budaya Bali, alam, dan gaya hidup berkelanjutan.
– Lovina Festival, 24 – 26 Juli 2026
Lovina Festival 2026 merupakan perayaan budaya dan pariwisata yang digelar di kawasan pesisir Lovina, Buleleng—daerah yang terkenal dengan panorama pantai tenang dan lumba-lumba alamnya. Festival ini menampilkan pertunjukan seni tradisional, parade budaya, lomba perahu, atraksi lumba-lumba, pameran UMKM, serta berbagai kegiatan musik dan kuliner pesisir. Suasana meriah dan keindahan alam Bali Utara menjadikan festival ini momen ideal untuk menikmati kekayaan budaya, kreativitas lokal, dan pesona laut Lovina.
– Bali International Choir Festival, 26 – 30 Juli 2026
Bali International Choir Festival (BICF) di Denpasar, adalah acara kompetisi paduan suara internasional yang diadakan setiap tahun di Bali. BICF telah menjadi salah satu acara paduan suara yang paling bergengsi dan dinantikan di dunia.
– Rare Angon Festival
Rare Angon Festival adalah kompetisi layang-layang untuk melestarikan budaya tradisional sekaligus menghormati Presiden pertama RI, Ir. Soekarno. Acara ini menilai keindahan desain, kreativitas, dan kemampuan terbang, serta mempromosikan layang-layang sebagai warisan budaya Indonesia.
Agustus
– Ubud Village Jazz Festival, 7 – 8 Agustus 2026
Ubud Village Jazz Festival 2026 di Sthala, Ubud, adalah ajang musik tahunan yang menghadirkan perpaduan jazz klasik hingga modern di jantung budaya Ubud. Festival ini menampilkan musisi jazz nasional dan internasional, kolaborasi lintas genre, serta penampilan komunitas musik muda.
Selain konser utama, terdapat workshop, sesi edukasi, dan bazar UMKM yang menghadirkan kuliner serta produk kreatif lokal. Dengan suasana artistik khas Ubud, festival ini menjadi ruang inspiratif untuk menikmati musik berkualitas dalam nuansa yang intim dan alami.
– Buleleng Festival, 23 – 28 Agustus 2026
Buleleng Festival 2026 Area Tugu Singa Ambara Raja, menjadi wadah untuk memperkuat identitas lokal, mempertemukan generasi, dan menghubungkan sejarah dengan pembangunan berkelanjutan, sehingga Singaraja dan Buleleng tetap berdiri kokoh sebagai titik mula yang melahirkan inspirasi bagi masa depan.
Hadir dengan tema “Samsara: The Cycle of Titik Mula” yang merefleksikan makna siklus kehidupan, kelahiran kembali, dan kesinambungan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Tema ini dipilih untuk menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya leluhur sekaligus membangun kesadaran kolektif dalam melestarikan identitas Buleleng sebagai pusat kebudayaan di Bali Utara, sekaligus untuk mempromosikan wajah baru titik nol Kota Singaraja.
– Maybank Marathon, 24 Agustus 2026
Maybank Marathon di Gianyar adalah ajang lari internasional bergengsi yang diselenggarakan setiap tahun di Bali, menghadirkan pengalaman berlari yang unik dengan rute indah yang melewati desa-desa tradisional, persawahan, serta panorama alam khas Pulau Dewata.
Dikenal dengan standar penyelenggaraan kelas dunia, acara ini menawarkan kategori marathon, half marathon, dan 10K, serta menarik ribuan pelari profesional maupun amatir dari berbagai negara.
Selain kompetisi olahraga, Maybank Marathon juga menjadi ajang promosi budaya, sport tourism, dan pemberdayaan komunitas lokal melalui berbagai program sosial dan lingkungan.
– Tanah Lot Art and Food Festival
Tanah Lot Art and Food Festival adalah perayaan seni dan kuliner yang berlangsung di salah satu destinasi ikonik Bali, Tanah Lot. Festival ini menampilkan pertunjukan seni tradisional dan modern, pameran kerajinan, serta berbagai hiburan budaya yang memperkaya suasana. Beragam UMKM dan stan kuliner turut meramaikan acara dengan menyajikan makanan khas Bali, khususnya hidangan tradisional Tabanan.
Dengan latar panorama pura di atas tebing batu dan matahari terbenam yang menawan, festival ini menghadirkan pengalaman budaya, seni, dan gastronomi yang memukau bagi wisatawan dan masyarakat lokal.
– Makepung Bupati Cup
Makepung Bupati Cup adalah salah satu ajang balap kerbau tradisional paling bergengsi di Jembrana, yang menampilkan kekuatan, kecepatan, serta kekompakan antara joki dan pasangan kerbaunya. Acara tahunan ini mempertemukan para pembalap terbaik dari berbagai wilayah di Jembrana untuk memperebutkan piala bupati.
Perlombaan berlangsung di lintasan tanah khusus, diiringi musik tradisional dan suasana budaya yang meriah. Makepung Bupati Cup bukan hanya sebuah kompetisi, tetapi juga tradisi budaya yang membanggakan dan menjadi simbol semangat, warisan, serta identitas masyarakat Jembrana.
– Denpasar Kite Festival
Denpasar Kite Festival merupakan acara tahunan di Kota Denpasar, Bali, yang merayakan tradisi dan budaya lokal melalui lomba layang-layang. Digelar biasanya pada bulan Agustus, festival ini diikuti oleh komunitas lokal dan internasional dengan layang-layang berdesain kreatif dan berukuran besar yang memiliki makna budaya dan spiritual. Festival ini menjadi daya tarik wisata unik yang menampilkan keindahan alam Bali dan kekayaan tradisinya.
– Medewi Boardriders Challenge
Event ini memadukan potensi alam dan hasil manusia dengan sentuhan keterampilan dan ketangkasan event ini menghadirkan para surfer dari berbagai kelas atau level dan berkompetisi untuk menaklukan ombak Pantai Medewi dan pada event ini juga memamerkan produk-produk Ekonomi Kreatif Lokal.
September
– Taman Ayun Barong Festival, 4 – 6 September 2026
Barong Superstar Festival merupakan perayaan budaya yang menampilkan keunikan tradisi Barong, khususnya Barong Sedang, sebagai ikon seni pertunjukan Bali. Festival ini menghadirkan parade Barong berbagai bentuk dan karakter, pertunjukan tari Barong, musik tradisional, serta workshop edukatif tentang filosofi dan proses pembuatan Barong.
Beragam UMKM lokal turut meramaikan acara melalui pameran kerajinan, kuliner, dan produk budaya. Dengan kemeriahan warna, gerak, dan musik khas Bali, festival ini menjadi wadah pelestarian tradisi sekaligus ruang kreatif yang memikat wisatawan.
– Bali International Airshow, 24 – 27 September 2026
Bali International Airshow di Bandara Ngurah Rai, adalah ajang kedirgantaraan berskala internasional yang menampilkan demonstrasi udara, pameran pesawat sipil dan militer, serta inovasi teknologi penerbangan dari berbagai negara. Acara ini mempertemukan pelaku industri aviasi, pemerintah, dan komunitas pecinta dirgantara dalam satu forum besar di Bali.
Selain pertunjukan udara yang spektakuler, pengunjung juga dapat menikmati pameran industri, workshop edukatif, serta kegiatan interaktif yang mengangkat potensi sektor aviasi Indonesia. Bali International Airshow menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri penerbangan global sekaligus menambah daya tarik wisata Bali.
– Lembongan Surf and Music Festival
LST Surfing and Music Festival 2026 diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung bekerja sama dengan Lembongan Surf Team. Festival ini akan menghadirkan rangkaian acara yang diawali dengan kontes surfing untuk kategori open dan junior. Berlangsung di Nusa Lembongan, festival ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan musik, pameran kuliner, serta ekonomi kreatif (ekraf) yang menampilkan kreativitas dan daya tarik lokal Nusa Lembongan.
– Buleleng Fashion Festival
Tampilkan koleksi busana kreatif dari para desainer berbakat, dengan sentuhan kain tradisional, motif khas Buleleng, dan material ramah lingkungan yang memukau. Busana yang dibuat terinspirasi dari nilai budaya, adat, dan keindahan alam Buleleng dihadirkan dalam nuansa elegan dan modern.
– Parade Budaya Jembrana
Parade Budaya Jembrana merupakan ajang perayaan seni dan tradisi yang menampilkan kekayaan budaya khas Kabupaten Jembrana. Parade ini menghadirkan berbagai kesenian tradisional, busana adat, musik, dan atraksi budaya yang melibatkan masyarakat, sebagai wujud pelestarian budaya sekaligus daya tarik wisata daerah.
Oktober
– Nusa Penida Festival, 5 – 7 Oktober 2026
Nusa Penida Festival adalah perayaan akbar tahunan yang menampilkan pesona budaya, alam, dan kreativitas masyarakat Nusa Penida. Festival ini diisi dengan parade budaya, tarian tradisional, lomba perahu, pameran UMKM, kuliner khas, serta pertunjukan musik yang memeriahkan pesisir pulau. Selain mempromosikan destinasi-destinasi ikonik seperti Kelingking, Crystal Bay, dan Atuh, festival ini juga mengangkat nilai kearifan lokal dan mendorong pelestarian lingkungan. Suasana meriah dan keindahan alam yang menakjubkan menjadikan Nusa Penida Festival sebagai salah satu acara paling ditunggu di Bali.
– Klungkung Heritage Festival, 10 – 11 Oktober 2026
Festival Kerajaan Budaya Klungkung 2026 (Abhiseka Ratu Commemorate) direncanakan berlangsung selama dua hari di Monumen Ida Dewa Agung Jambe, menampilkan parade budaya yang menghadirkan kesenian khas Klungkung seperti Rudat Kampung Islam Gelgel, Rejang Rentet, Baris Pertiwa, Barongsai, dan Barong Bangkung. Di Alun-alun Ida Dewa Agung Jambe juga akan diselenggarakan hiburan musik serta stan UMKM kriya dan kuliner, menghadirkan suasana perayaan budaya yang meriah sekaligus memberi ruang bagi pelaku kreatif dan kuliner lokal untuk berpartisipasi
– Gebug Seraya Festival, 10 – 12 Oktober 2026
Seraya Culture Festival adalah perayaan budaya khas Desa Seraya di Karangasem yang menampilkan kekayaan tradisi leluhur, seni, dan kehidupan masyarakat setempat. Salah satu atraksi utama dalam festival ini adalah tradisi Gebug Ende, ritual sakral yang melibatkan dua peserta saling beradu rotan sambil menggunakan tameng sebagai simbol kekuatan, keberanian, dan permohonan keselamatan menjelang musim tanam.
Festival ini juga diramaikan dengan pertunjukan tari dan musik tradisional, pameran UMKM lokal, kuliner khas, serta aktivitas budaya yang memperkenalkan kearifan lokal Seraya. Acara ini menjadi momen penting untuk melestarikan identitas budaya sekaligus menarik minat wisatawan yang ingin menyaksikan tradisi unik Bali Timur.
– Ubud Writers And Readers Festival, 21 – 25 Oktober 2026
Ubud Writers & Readers Festival di Taman Baca, Ubud adalah festival sastra internasional yang menghadirkan penulis, jurnalis, penyair, seniman, dan pembaca dari seluruh dunia. Acara ini menawarkan diskusi panel, peluncuran buku, workshop, pembacaan puisi, pertunjukan seni, serta program komunitas yang memperkaya wawasan dan kreativitas. Berlangsung di jantung Ubud, festival ini menjadi ruang pertemuan gagasan global dan budaya Bali yang inspiratif.
– Tulamben Ocean Harmony Festival
Tulamben Festival adalah perayaan budaya dan bahari yang diselenggarakan di kawasan pesisir Tulamben, destinasi penyelaman terkenal di Bali Timur. Festival ini menampilkan berbagai kegiatan seperti upacara adat pesisir, pertunjukan seni, lomba foto bawah laut, aksi bersih pantai dan terumbu karang, serta pameran UMKM dan kuliner khas daerah. Dengan latar pesona alam dan dunia bawah laut Tulamben yang menakjubkan, festival ini menjadi ajang promosi pariwisata sekaligus edukasi pelestarian lingkungan bagi masyarakat dan wisatawan.
– Bali Hockey Festival
Bali Hockey Festival di Lapangan Banteng, Badung, adalah ajang olahraga tahunan yang mempertemukan para atlet hoki dari berbagai daerah dan negara dalam kompetisi yang penuh sportivitas.
Turnamen ini menampilkan pertandingan hoki lapangan tingkat junior hingga senior, coaching clinic, serta sesi latihan bersama yang dipimpin oleh pelatih profesional. Dengan suasana tropis Bali yang energik, festival ini menjadi wadah untuk meningkatkan prestasi, memperluas jaringan komunitas hoki, dan mempromosikan semangat olahraga di tingkat internasional.
November
– Pemuteran Bay Festival, 6 – 8 November 2026
Pemuteran Bay Festival adalah ajang tahunan yang merayakan keindahan alam dan kekayaan budaya Pemuteran. Festival ini menampilkan kegiatan pelestarian laut seperti penanaman terumbu karang, pertunjukan seni tradisional, pameran budaya, kegiatan edukasi lingkungan, serta atraksi wisata bahari. Dengan melibatkan komunitas lokal dan wisatawan, festival ini menjadi simbol harmoni antara konservasi, budaya, dan pariwisata berkelanjutan di Bali Utara.
– Makepung Lampit, 15 November 2026
Kegiatan Festival Makepung Lampit dilaksanakan selain untuk memperkenalkan pariwisata Jembrana dan mempertahankan nilai-nilai tradisi yang telah kita warisi dari para leluhur dan juga menjaga populasi kerbau dan sapi bali yang ada di Jembrana. Berbeda dengan mekepung lainnya, makepung lampit diadakan di arena persawahan dan berlumpur.
– Makepung Jembrana Cup
Makepung Jembrana Cup adalah tradisi balap kerbau khas Jembrana yang menampilkan aksi para joki mengendalikan pasangan kerbau yang berlari kencang di arena tanah. Acara ini memperlihatkan kekuatan, kecepatan, serta keharmonisan antara petani dan hewan ternaknya. Sebagai salah satu ikon budaya Bali Barat, Makepung Jembrana Cup menghadirkan suasana kompetisi yang meriah sekaligus menjadi daya tarik wisata yang unik dan otentik.
– Ulundanu Festival
Ulun Danu Festival di Ulundanu Beratan, Tabanan, adalah acara budaya Bali yang menampilkan gebogan, persembahan hasil bumi yang disusun indah sebagai wujud syukur. Gebogan diarak dalam parade dengan iringan gamelan dan pakaian adat, menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus daya tarik wisata.
– Jembrana Jegog Festival
Jembrana Jegog Festival adalah perayaan musik tradisional khas Jembrana yang menampilkan keindahan dan kekuatan suara jegog, gamelan bambu raksasa yang unik dan hanya ditemukan di Bali Barat. Festival ini menghadirkan pertunjukan kolosal jegog, kolaborasi musik modern, tari tradisional, serta berbagai kegiatan budaya yang melibatkan seniman lokal.
Selain itu, acara ini turut menghadirkan UMKM, kuliner khas Jembrana, serta pameran produk kreatif yang memperkenalkan potensi ekonomi daerah. Jembrana Jegog Festival menjadi ruang apresiasi seni sekaligus daya tarik wisata yang memperkuat identitas budaya Bali Barat.
– Sanur Village Festival
Sanur Village Festival adalah perayaan tahunan yang menampilkan kekayaan seni, budaya, kuliner, dan pariwisata Sanur. Festival ini menghadirkan berbagai kegiatan menarik seperti pameran UMKM kreatif, lomba foto, pertunjukan musik, parade budaya, atraksi olahraga pantai, kegiatan lingkungan, serta kuliner khas Bali. Suasana pesisir yang hangat berpadu dengan kreativitas komunitas menjadikan Sanur Village Festival salah satu acara paling dinantikan di Bali.
– Goa Lawah Festival, 23 November 2026
Festival Goa Lawah menghadirkan perpaduan harmonis antara spiritualitas, budaya pesisir, dan kreativitas masyarakat Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. Berakar pada kesakralan Pura Goa Lawah, festival ini menampilkan prosesi adat, seni tradisi, musik Bali, serta ritual yang merefleksikan hubungan manusia dengan alam.
Selain itu, Festival Goa Lawah juga menjadi ruang ekspresi generasi muda melalui pertunjukan seni kontemporer, pameran kreativitas lokal, dan edukasi lingkungan pesisir, sekaligus mendorong pelestarian budaya dan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Klungkung.
Desember
– Pandawa Beach Festival, 25 Desember 2026
Pandawa Beach Festival merupakan event tahunan yang mempersembahkan kekayaan budaya yabg ada di kawasan Pantai Pandawa.
– Bali Rockin’ Blues Festival
Bali Rockin’ Blues Festival adalah perayaan musik yang menghadirkan para penggemar rock dan blues dari berbagai daerah. Festival ini menampilkan penampilan energik dari musisi lokal maupun internasional, dengan sajian riff gitar yang kuat, melodi blues yang soulful, dan aksi panggung yang memukau. Acara ini juga dilengkapi dengan area kuliner, pasar kreatif, dan booth UMKM, sehingga menciptakan perpaduan seru antara musik, budaya, dan komunitas. Festival ini menjadi agenda wajib bagi pecinta musik live dan kreativitas Bali.
– Denpasar Festival
Denpasar Festival merupakan agenda tahunan Kota Denpasar yang menjadi wadah apresiasi seni, budaya, dan kreativitas masyarakat. Festival ini menghadirkan beragam pertunjukan seni tradisional dan modern, pameran produk UMKM dan ekonomi kreatif, kuliner khas Bali, serta berbagai atraksi hiburan yang edukatif dan inovatif. Diselenggarakan di ruang publik kota, Denpasar Festival tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya lokal, tetapi juga mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat identitas Denpasar sebagai kota kreatif yang berakar pada kearifan lokal.(*)








