
GIANYAR – Dalam upaya mewujudkan basis data sosial dan ekonomi yang tunggal, terintegrasi, dan berkualitas di Kabupaten Gianyar sekaligus memperkuat komitmen pelaksanaan Satu Data Nasional, Pemkab Gianyar melaksanakan Sosialisasi Pendataan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), bertempat di Ruang Sidang Kantor Bupati Gianyar, Rabu (7/1/2026).
Mewakili Bupati Gianyar, Sekda Gianyar I Gusti Bagus Adi Widya Utama menyampaikan penyelenggaraan pembangunan daerah di era digital menuntut ketersediaan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan. Data tidak lagi sekadar pelengkap, melainkan telah menjadi fondasi utama dalam perumusan kebijakan, perencanaan program, pelaksanaan pembangunan, hingga evaluasi kinerja pemerintah.
Sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, Pemerintah Kabupaten Gianyar berkomitmen mewujudkan tata kelola data yang berkualitas, terstandar, dan terintegrasi antarperangkat daerah. “Implementasi Satu Data Indonesia merupakan langkah strategis untuk menghindari tumpang tindih data, meningkatkan efisiensi, serta mendukung pengambilan keputusan yang tepat sasaran,” tegas Sekda yang akrab disapa Gus Bem.
Sekda Gus Bem menekankan keberhasilan pelaksanaan Satu Data Indonesia di Kabupaten Gianyar sangat bergantung pada komitmen bersama, mulai dari pimpinan perangkat daerah, walidata, hingga produsen data. Oleh karena itu, diperlukan sinergi, keterbukaan, dan konsistensi dalam penerapan standar data, metadata, serta sistem informasi.
Pada kesempatan tersebut, Sekda Gus Bem juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala BPS Provinsi Bali beserta jajaran atas sinergi yang telah terjalin. Ia berharap sosialisasi DTSEN menjadi langkah strategis dalam mewujudkan satu basis data sosial ekonomi yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan. “Data ini menjadi dasar penting dalam perencanaan pembangunan, penanggulangan kemiskinan, penyaluran bantuan sosial, serta perumusan kebijakan yang tepat sasaran,” ujarnya.
Kepada seluruh perangkat daerah, Gus Bem berpesan agar semakin menyadari pentingnya data sebagai aset strategis daerah dan mampu menghasilkan data berkualitas guna mendukung terwujudnya pembangunan Kabupaten Gianyar yang berkelanjutan, transparan, dan akuntabel demi kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan menyampaikan terima kasih atas dukungan dan sinergi Pemerintah Kabupaten Gianyar dengan Badan Pusat Statistik dalam penyelenggaraan kegiatan statistik, baik statistik dasar maupun sektoral, serta pemanfaatan data statistik sebagai landasan perencanaan dan evaluasi pembangunan.
DTSEN menyatukan tiga jenis data sosial ekonomi, yakni Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), P3KE, dan Regsosek, yang dilengkapi dengan data administratif lainnya untuk pemutakhiran data. Seluruh data tersebut divalidasi menggunakan data kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Dalam pemutakhiran DTSEN, BPS akan melakukan pendampingan teknis, penjaminan kualitas data, serta pengawalan metodologi dan standar statistik nasional.
“Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Gianyar memberikan dukungan kebijakan, pengorganisasian sumber daya, fasilitasi pelaksanaan di lapangan, serta sosialisasi kegiatan pemutakhiran DTSEN,” jelasnya.
Gus Bem menambahkan, selain peran BPS dan Pemerintah Kabupaten Gianyar, pemerintah desa diharapkan turut berperan aktif dalam menyosialisasikan kegiatan kepada masyarakat, mendukung petugas pencacah di lapangan, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pendataan. (dar,yan)








