
BULELENG – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dukung kegiatan Bhakti Lingkungan Hidup Tentara Nasional Indonesia (BLH-TNI) di Pantai Desa/Kecamatan Banjar.
Selain penyerahan bantuan paket sembako kepada warga kurang mampu sebagai wujud kepedulian pemerintah bersama TNI, pada kegiatan yang digelar serangkaian HUT ke-80 TNI tahun 2025 juga dilakukan pemasangan trumbu karang dan rumpon sebagai wujud nyata kehadiran pemerintah bersama TNI dalam menjaga ekosistem laut berkelanjutan.
“Kehadiran pemerintah daerah bersama TNI diharapkan dapat menjadi dorongan kuat bagi masyarakat pesisir untuk ikut menjaga laut dan lingkungan sekitar,” tandas Bupati Sutjidra pada kegiatan BLH-TNI tahun 2025 di Pantai Desa/Kecamatan Banjar, Selasa (30/9/2025).
Bupati Sutjidra menekankan terjaganya ekosistem laut sangat penting bagi masa depan, tetap lestarinya lingkungan sekaligus kesejahteraan nelayan.
“Kegiatan ini bukan hanya untuk menjaga alam, tetapi juga mendatangkan manfaat ekonomi nyata. Dengan terjaganya terumbu karang, ekosistem laut akan pulih, biota berkembang biak, ikan semakin banyak dan nelayan bisa memperoleh hasil tangkapan lebih baik,” tandasnya.
Ia juga mengingatkan, saat ini potensi kelautan Buleleng yang membentang mencapai 157 kilometer, terpanjang di Bali ini sedang menghadapi masalah serius berupa abrasi dan pelanggaran sempadan pantai.
“Kondisi ini membutuhkan perhatian dan kerja sama semua pihak untuk peduli dan bersama-sama menjaga ekosistem Laut Buleleng,” tegasnya.
Pemasangan terumbu karang dan rumpon secara berkelanjutan, kata Bupati Sutjidra diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk aktif menjaga kelestarian lingkungan pesisir.
“Selain pembangunan revetment atau penguatan dindin pantai yang terus dikerjakan, penertiban terhadap pelanggaran di sempadan pantai juga perlu ditekankan kembali,” tandas Bupati Sutjidra diapresiasi Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra.
Danrem Hadisaputra menegaskan, kegiatan BLH-TNI di Pantai Desa/Kecamatan Banjar ini dilaksanakan sebagai wujud kepedulian, respons terhadap keluhan nelayan di Pesisir Pantai Banjar yang makin sulit mendapat ikan.
“Jika sebelumnya cukup melaut sejauh 700 meter, kini harus berlayar hingga beberapa mil ke tengah laut,” ungkapnya.
Danrem Hadisaputra berharap sinergitas Pemkab Buleleng bersama TNI dan masyarakat dalam kegiatan bhakti lingkungan ini tak hanya mempu menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan pantai dan pelestarian ekosistem laut, untuk meningkatkan hasil tangkapan.
“Dengan pemasangan trumbu karang dan rumpon apung ini, kita berharap biota laut, ikan-ikan kecil bisa tumbuh berkembang dan menarik ikan-ikan besar untuk menepi, sehingga tangkapan nelayan meningkat dengan biaya operasional yang lebih ringan,” tandas Danrem Hadisaputra yang juga berikhtiar dengan laut yang sehat, nelayan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan hasil tangkapan sekaligus taraf hidupnya. (kar/jon)








