
KLUNGKUNG – Ratusan warga Banjar Pancingan, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung terpaksa mengungsi setelah rumah mereka diterjang banjir besar, Rabu (10/9/2025).
Hujan deras yang mengguyur tanpa henti selama dua hari membuat Sungai Candigara meluap dan merendam permukiman warga hingga setinggi pinggang orang dewasa.
Bale Banjar Pancingan dan Kantor Desa Kusamba kini berubah menjadi lokasi pengungsian darurat. Sebanyak 261 jiwa dari 60 kepala keluarga (KK) sudah dievakuasi oleh tim gabungan. Suasana haru dan kepanikan tidak bisa dihindari, terlebih saat petugas harus mengevakuasi bayi dan lansia menggunakan perahu karet karena derasnya arus banjir.
Warga Dievakuasi dengan Perahu Karet
Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, I Putu Widiada, mengatakan jumlah warga terdampak banjir kemungkinan masih bertambah.
“Data sementara 261 jiwa dari 60 KK sudah kita evakuasi ke Balai Banjar Pancingan. Pendataan masih terus dilakukan,” ujarnya.
Menurut Widiada, banjir dipicu meluapnya Sungai Candigara akibat curah hujan ekstrem. Debit air meningkat tajam dan tidak mampu ditampung, sehingga meluber ke rumah-rumah warga.
“Perahu karet kita kerahkan untuk mengevakuasi warga, terutama lansia dan anak-anak, karena sangat berisiko kalau digendong manual. Air sudah mencapai pinggang orang dewasa,” jelasnya.
Dapur Umum dan Pos Kesehatan Disiapkan
Di pengungsian, pemerintah telah menyiapkan dapur umum dan layanan kesehatan darurat. Bayi, anak-anak, hingga lansia diperiksa kondisi kesehatannya setelah dievakuasi.
“Tadi ada bayi dan beberapa lansia yang kita evakuasi. Semua langsung ditangani tim kesehatan di lokasi pengungsian,” tambah Widiada.
Longsor dan Pohon Tumbang Perparah Kondisi
Selain banjir di Kusamba, hujan deras juga memicu longsor di beberapa titik, salah satunya di perbatasan Klungkung–Gianyar dan kawasan Bukit Sangluh, Kecamatan Dawan. Material longsor berupa tanah dan batu besar menutup badan jalan, mengganggu arus lalu lintas.
Pohon tumbang di sejumlah titik turut memperparah kondisi. Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus berjibaku membersihkan material longsor, menyingkirkan pohon tumbang, dan membantu warga terdampak.
Harapan Warga
Hingga Rabu siang, banjir masih menggenangi permukiman warga Kusamba. Debit air belum sepenuhnya surut, sehingga ratusan warga masih bertahan di pengungsian.
“Kejadian banjir ini sudah dua kali. Dulu kami juga terpaksa mengungsi ke bale banjar. Kami sangat berharap pemerintah segera melakukan normalisasi Sungai Candigara agar banjir tidak terus terulang,” kata Putu Sudi, salah seorang warga Kusamba.
BPBD Klungkung mengimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. (yan)








