
KLUNGKUNG – Di tengah geliat pariwisata Desa Jungut Batu, Kecamatan Nusa Penida, yang dikenal sebagai ‘kampung wisatawan’ karena menjadi salah satu pusat aktivitas wisata bahari, terdapat potret berbeda pada dunia Pendidikan setempat.
SD Negeri 1 Jungut Batu, sekolah dasar yang menjadi tumpuan harapan ratusan anak di wilayah ini, justru menghadapi kenyataan pahit, keterbatasan sarana dan sumber daya pendidikan.
Sekolah yang berdiri puluhan tahun lalu, kini berjalan tanpa laboratorium, tanpa perpustakaan, kekurangan ruang kelas, serta minim tenaga pendidik. Akibatnya, proses belajar mengajar sering kali harus dilakukan secara darurat dan jauh dari ideal.
Kepala SD Negeri 1 Jungut Batu, I Kadek Hendra mengungkapkan semua itu saat kunjungan Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra ke sekolah setempat, Sabtu (9/8/2025).
Kadek Hendra, mengungkapkan jumlah ruang kelas yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah rombongan belajar. Saat ini sekolah kekurangan 5 ruang kelas.
“Beberapa kelas harus berbagi ruangan, karena memang kami tidak punya ruang cukup,” ujar Kadek Hendra di hadapan Bupati Satria.
Kondisi ini bukan hanya membuat proses belajar menjadi tidak efektif, tetapi juga berdampak pada konsentrasi siswa. Ketiadaan laboratorium jufa membuat pelajaran sains hanya sebatas teori di atas kertas.
Guru hanya bisa mengandalkan gambar dan cerita untuk menjelaskan materi yang seharusnya dapat dilihat dan dicoba langsung oleh siswa. Begitu pula dengan perpustakaan, siswa tidak memiliki tempat untuk membaca atau meminjam buku di luar jam pelajaran.
Koleksi buku yang ada hanya disimpan di ruang guru, itupun jumlahnya terbatas. Padahal, di tengah arus digital dan derasnya pengaruh gadget, keberadaan perpustakaan bisa menjadi benteng literasi anak-anak.
Masalah tak berhenti di fasilitas fisik. SD Negeri 1 Jungut Batu juga mengalami kekurangan tenaga pendidik. Beberapa guru terpaksa merangkap mengajar di lebih dari satu kelas atau mengampu mata pelajaran di luar bidang keahliannya.
“Kami sudah beberapa kali mengajukan penambahan guru, tapi hingga kini belum ada penempatan. Akhirnya, kami harus saling menutupi kekurangan ini,” imbuh Hendra.
Ironisnya, SD Negeri 1 Jungut Batu berada di tengah desa yang ramai dengan kunjungan wisatawan mancanegara. Hotel, cafe, dan aktivitas diving berderet tak jauh dari sekolah. Namun, kondisi pendidikan di sini belum sepenuhnya tersentuh oleh kemajuan ekonomi pariwisata setempat. Kadek Hendra pun berharap, kunjungan Bupati bersama Wakil Bupati dapat memenuhi apa yang menjadi kebutuhan SD Negeri 1 Jungut Batu.
“Terima kasih atas kunjungan Bapak Bupati dan Wakil Bupati Klungkung di SD Negeri 1 Jungutbatu. Mudah-mudahan yang kami harapkan dapat terwujud,” tegasnya.
Mendengar persoalan tersebut, Bupati Satria langsung menugaskan Kepala Sekolah agar segera membuat proposal, sehingga nantinya bisa satu per satu dipenuhi secara bertahap sesuai ketersediaan anggaran.
Selain itu, Bupati juga menyemangati siswa agar semakin giat belajar untuk terwujudnya generasi cerdas dan berkualitas.
“Demi terwujudnya peningkatan mutu pendidikan, saya minta Kepala Sekolah segera buatkan proposal supaya satu per satu bisa kami penuhi secara bertahap menyesuaikan anggaran,” ujar Bupati Satria. (yan)








