
DNPASAR – Setelh melalui sidang hakim KONI Bali, akhirnya fix diketok palu batas usia pebulutangkis diputuskan maksimal 18 tahun di Porprov Bali 2025 mendatang.
Hasil itu diputuskan saat sidang di KONI Bali, Kamis (7/8/2025) yang dihadiri pihak KONI Bali, pengurus Pengprov PBSI Bali dan semua Pengkab dan Pengkot PBSI yang ada di Bali.
“Keputusan itu sudah sesuai dengan Technical Hand Book (THB) KONI Bali dan mayoritas disetujui Pengkab dan Pengkot PBSI yang ada di Bali,” tutur Ketua Umum Pengprov PBSI Bali, I Wayan Winurjaya seusai sidang dan ketok palu keputusan batas usia pebulutangkis di Porprov Bali 2025 mendatang.
“Bagi kami keputusan itu tepat karena kini para atlet bulutangkis sudah didaftarkan ke Porprov Bali usia maksimal 18 tahun dan sedang menjalani Training Camp(TC).
Kalau dirubah batas usianya bakal amburadul semua. Kalau batas usia dirubah maksimal 21 tahun maka tidak bisa turun di PON 2028 karena batas usia pebulutangkis jika mengacu PON Sumatera Utara (Sumut) silam yakni atas usia maksimal 2 tahun. Kalau Porprov dirubah 21 tahun maka usia pebulutangkis di PON mendatang 24 tahun dan tidak bisa turun,” terang Winurjaya.
Setelah keputusan tersebut, dirinya meminta para pengurus kabupaten atau kota agar menyiapkan pbulutangkis terbaknya.
“Ini demi regnerasi pebulutngkis masa depan dan Bali di PoN benar benar diwakili putra –putri daerah yang murnihasil binaan Bali seperti di PON Papua dan PON Sumut. Jadi pembinaan Bali murni nantinya di PON. Selain itu agar regenerasi pebulutangkis di Bali benar benar muncul ke depannya. Toh PON juga tidak sekali atau dua kali saja. Dan kedepannya Bali akan memiliki pebulutangkis murni binaan Bali di setiap PON ke depannya,”pungkas Winurjaya. (ari/jon)








