
DENPASAR – Akibat tak ada venue yang memadai di Bali dalam hal ini GOR, kejuaraan bulutangkis level internasional Asian Junior Championship (AJC) atau Super Series 100 akhirnya batal digelar di Bali. Semua itu diutarakan ketua Umum Pengprov PBSI Bali, I Wayan Winurjaya.
“Awalnya ami berjuang keras melakukan pendekatan agar AJC bisa digelar di Bali. Setelah mendapat lampu hijau dan harus mengajukan venue yang memadai, disanalah kami terhambat. Kami udah keliling mencari venue pertandingn dengan syarat parkir dan venue luas serta dekat dengan hotel kami tidak mendapatkn di Bali. Ya akhirnya AJC batal digelar di Bali. Padahal even itu bisa mendatangkan banyak wisatawan mancanegara mulai dari pemain, keluarga pemain, saudara, para pelatih dan ofisial dari beberapa negara,” kata Winurjaya di Denpasar, Rabu (6/8/2025).
Berangkat dari batalnya even internasional itu tambahnya, Pengprov PBSI Bali akan menghadap Gbernur Bali dan pihak DPRD Bali setelah rapat intrnal pengurus PBSI Bali.
“Kami harus rapatinternal pengurus dulu terkait dengan surat menyurat terkait audiensi nantinya e Gubernur dan DPRD Bali,”terang Winurjaya.
Pdahal GOR AmongrogoYogyakarta bisa digunakan even itu tahun 2024 lalu.
“Kita harus belajar dari GOR Amongrogo itu. Sayang kalau Bali ke depannya tidak bisa jadi tuan rumah even bulutangkis level internasional. Sudah saatnya pariwisata juga melalui olahraga atau Sport Tourism di Bali,” tegas Winurjaya.
Lntas untuk apa menghadap Gubernur dan DPRD Bali? Winurjya mengatakan, agar pihak Gubernur dan DPRD Bali bisa membijaksanai membangun GOR standar internasional.
“GOR itu kan nnti juga muli fungsi yang bisa digunakan kejuaraan internasional cabang olahraga lainnya,” demikian Winurjaya.(ari/jon)








