
DENPASAR – Anggota Komisi IV DPRD Bali Ketut Mandia menegaskan sebelum Kasino atau tempat perjudian kelas elit dibangun di Bali, akan lebih baik Pemerintah Provinsi Bali lebih memaksimal potensi yang ada untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Bali.
Sebab, pembangunan Kasino sudah menjadi wacana pada zamannya dia duduk sebagai wakil rakyat di DPRD Bali pada 15 tahun lalu akan tetapi sampai saat ini belum bisa terwujud. Wacana pembangunan tersebut masih diawang-awang.
Menurut Ketut Mandia, kalau wacana Kasino kembali mencuat lebih baik disodorkan pada sejumlah universitas terkemuka di Bali untuk melakukan kajian. Seperti Unud, Undhiksa maupun universitas swasta lainnya yang bisa menjamin hasil kajiannya dan dapat dipertanggungjawabkan pada rakyat Bali.
“Kalau hasil kajiannya sudah selesai dan memang cocok kita dukung, kita suport dan kalau hasil kajiannya tidak cocok ataupun tidak layak di Bali dibangun jangan pernah Kasino dipaksakan untuk dibangun di Bali,”ujar Ketut Mandia saat dikonfirmasi via telepon, Rabu (4/6/2025).
Politisi partai Gerindra dari Desa Pikat, Klungkung ini mengatakan ketika misalnya nanti dilakukan kajian oleh sejumlah universitas, tidak boleh ada pihak-pihak lain yang masuk dalam kajian apalagi sampai merecoki kajian yang dilakukan.
“Hasil kajiannya lahir dan murni tidak ada kepentingan dari pihak manapun,”pintanya.
Mandia menambahkan, dalam pengalaman hidupnya selama ini, sangat jarang pekerjaan judi itu bisa mendatangkan keberhasilan atau kesukesan. Sebaliknya, judi itu selalu membawa kemelaratan dan hidup sulit.
“Saya dengar orang-orang yang berjudi di Kasino itu, kebanyakan pulangnya lacur (miskin,red) dan sudah terbukti bos-bos besar yang berjudi ditempat Kasino kebanyakan gulung tikar,”tegasnya.
Pihaknya berharap, untuk meningkatkan kontribusi pada pendapatan asli daerah Bali, lebih baik keberadaan Turyapada Tower diselesaikan dan dikèmbangkan wilayah sekitarnya dan diyakini itu akan lebih cepat mendatangkan duit ke PAD Bali.
Mandia berharap Menara ikonik yang dipadukan dengan budaya Bali ini dibangun di Desa Pegayaman Buleleng ini untuk segera diselesaikan kerjasamanya dengan pihak swasta lainnya. Demikian juga penataan disekitar kawasan Turyapada Tower. Pembangunan yang menelan dana hingga Rp 334 miliar hingga Rp 600 miliar ini harus segera diselesaikan sehingga jelas memberikan kontribusi pada Pemprov Bali.
“Selain Turyapada Tower, saya minta Pungutan Wisatawan Asing (PWA) yang sudah jelas-jelas telah banyak menghasilkan duit ke PAD, itu harus terus digenjot dan diawasi sehingga tidak banyak yang bocor apalagi Perda sudah direvisi,”pungkasnya. (arn/jon)








