
BULELENG – Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi mengapresiasi instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo terkait aksi permanisme.
Selain menegaskan negara tidak boleh kalah oleh premanisme, kepada seluruh jajaran Polres Buleleng juga ditekankan sebagai aparat penegak hukum, Polri hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Jangan takut dan ragu dalam bertindak, selama sesuai dengan prosedur hukum, kita hadir untuk memberikan raa aman bagi masyarakat,” tandas Kapolres Widwan Sutadi serangkaian pelaksanaan operasi dengan sandi Penyakit Masyarakat (Pekat) tahun 2025 di Mapolres Buleleng, Kamis (8/5/2025).
Kapolres Widwan menegaskan istilah premanisme bukan sebatas tindakan kriminal jalanan, tapi juga mencakup aksi kekerasan, intimidasi, pemerasan dan bentuk ancaman lainnya yang meresahkan masyarakat serta mengganggu iklim investasi dan stabilitas sosial.
“Premanisme bisa berkedok individu, kelompok bahkan ormas yang melakukan tindakan anarkis. Kita tidak boleh lengah dan sesuai surat Kapolda Bali No. STR/394/IV/OPS.1.3/2025, Polres Buleleng melaksanakan Operasi Pekat Agung 2025 selama 8 hari, mulai tanggal 5 sampai dengan 12 Mei 2025. Operasi dilaksanakan dengan mengedepankan tindakan represif terhadap segala bentuk kejahatan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya terkait aksi premanisme,” tegasnya.
Operasi pada areal publik seperti kawasan industri, parkir, pasar, proyek pemerintah/swasta, lokasi tambang dan pelabuhan ini, kata Kapolres Widwan juga menyasar penggunaan senjata api, senjata tajam dan alat lainya.
“Kepada 55 personil yang terbagi dalam 4 Satgas, saya minta agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggungjawab, hindari pelanggaran dan selalu mempedomani SOP, khususnya bagi personil yang memegang senjata api,” tandasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan oleh masing-masing Ketua Satgas termasuk pelaporan kegiatan secara berjenjang.
“Operasi ini adalah wujud nyata komitmen Polri dalam menciptakan wilayah yang aman, tertib dan terbebas dari segela bentuk aksi premanisme. Tidak ada tempat bagi premanisme di Buleleng,” pungkasnya. (kar/jon)








