
BULELENG – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati (Wabup) Buleleng Gede Supriatna pantau kehadiran pegawai dilingkungan Pemkab Buleleng pada hari kerja pertama paska cuti bersama peringaran Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947 dan Hari Suci Idul Fitri, 1 Syawal 1446 Hijriah.
Selain mengapresiasi kehadiran para pegawa pada tempat kerja yang hampir 100 % sebagai wujud kedisiplinan, pada pemantauan bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng Gede Suyasa juga ditekankan pentingnya perbaikan maupun pemugaran beberapa ruangan agar bisa dimanfaatkan lebih baik untuk peningkatan kinerja yang berdampak kepada masyarakat.
“Hari ini, kami berkeliling ke ruangan-ruangan daripada rekan-rekan pegawai di Kantor Bupati Buleleng, dan kami senang melihat semua sudah masuk kerja. Cukup disiplin, semua kinerja rutin sudah berjalan seperti biasa,” ungkap Bupati Sutjidra usai pemantauan di lingkungan Setda, Kantor DPMD dan Disdikpora Buleleng, Selasa (8/4/2025).
Selain kehadiran pegawai paska cuti bersama hari raya, kata Bupati Sutjidra, pada peninjauan juga didiskusikan rencana perbaikan/pemugaran ruangan pada sejumlah OPD agar bisa lebih bermanfaat untuk peningkatan kinerja yang berdampak ke masyarakat.
“Terutama di Gedung DPMD dan Bappeda, banyak bangunan peninggalan Belanda saat Singaraja menjadi ibukota Sunda Kecil yang perlu kita pikirkan untuk diperbaiki namun tidak menghilangkan arsitektur aslinya. Sehingga ruangan itu bisa dimanfaatkan, misalkan untuk tempat arsip atau yang lain,” tandasnya.
Bupati Sutjidra juga berpesan agar seluruh pegawai senantiasa menjaga kesehatan, melakukan perawatan rutin terhadap asset terutama alat elektronik agar bisa bekerja lebih optimal dalam melayani masyarakat.
“Kita harus peduli terhadap ruang kerja, mewujudkan suasana asri dan harmonis sehingga bisa nyaman dalam bekerja sehari-hari. Ada AC dan ruangan yang pakai karpet tebal, itu kalau tidak rajin dibersihkan dan dipelihara, nanti bisa jadi sumber tumpukan debu, tidak bagus buat kesehatan. Juga arsip-arsip agar ditata lebih baik, kursi meja yang sudah lapuk, dihilangkan saja dan perlahan diganti yang lebih baik,” pungkasnya. (kar/jon)








