
DENPASAR – Pasca insiden terbakarnya ogoh-ogoh milik Sekaa Teruna Suralaga, Banjar Wangaya Kelod, Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara, Minggu (23/3/2025) pihak Sekaa Teruna berencana akan membuat ogoh-ogoh dalam waktu seminggu sebelum hari pengerupukan tiba.
Hal ini diungkapkan Perbekel Desa Dauh Puri Kaja, I Gusti Ketut Sucipta saat dikonfirmasi terkait insiden terbakarnya ogoh-ogoh yang telah siap diarak tersebut. “Sekaa Teruna Suralaga berencana akan membuat lagi ogoh-ogoh dengan bahan baku yang lebih cepat jadi. Intinya sekaa teruna berusaha akan membuat ogoh-ogoh lagi sebelum pangerupukan,” ujarnya.
Namun belum dijelaskan ogoh-ogoh apa yang mereka buat dengan waktu yang cukup mepet tersebut.
Sementara penyebab terbakarnya ogoh-ogoh berwujud beruang tersebut diduga murni karena ketidak sengajaan. Sebab saat kejadian sedang dilakukan pengelasan proses finishing.
“Undagi saat itu sedang melakukan pengelasan namun percikan api jatuh ke bawah kena kain yang dikenakan ogoh-ogoh yang selanjutnya api menjalar ke atas. Karena bahan ogoh-ogoh dari serabut kelapa, api pun menjalar dan semakin membesar, ” jelasnya.
Saat kejadian, krama Banjar Wangaya Kelod sedang gotong royong persiapan upacara di banjar. Lantaran terbuat dari bahan yang mudah terbakar, masyarakat pun tidak bisa berbuat banyak saat kejadian.
“Sekitar 4 unit Damkar Kota Denpasar dikerahkan dalam menangani kebakaran ogoh-ogoh ini. Setelah api padam, sisa-sisa kebakaran ogoh-ogoh ini langsung dibersihkan, ” pungkas Perbekel. (*)








