
DENPASAR – Masyarakat pengguna Trans Metro Dewata (TMD) merasa sangat terbantu akan operasional TMD di Bali. Sebagai pengguna transportasi publik di Bali tentu dari segi biaya dinilai sangat murah. Namun, sejak TMD ditutup per 26 Desember 2024, para pengguna TMD ini mengaku sangat kecewa dan mengadu ke DPRD Bali, Renon Denpasar Senin (13/1/2025).
Kehadiran mereka diterima langsung oleh Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya di ruang kerjanya didampingi Plt. Sekretaris Dewan DPRD Bali Gusti Ngurah Wiryanata.
Dalam pertemuan kemarin juga hadir Direktur PT. Santria Trans Jaya, Ketut Eddy Dharmaputra, perwakilan management, pengemudi dan komunitas pengguna angkutan bus Trans Metro Dewata.
Menyikapi pengaduan masyarakat sebagai pengguna transportasi TMD, Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, berusaha untuk meyakinkan komunitas pengguna TMD.
Menurutnya persoalan ini akan dibicarakan bersama Gubernur Bali terpilih periode 2025-2030 dan diharapkan mendapatkan solusi yang terbaik untuk masyarakat Bali.
Dewa Mahaydnya dalam kesempatan tersebut juga meminta Komisi III DPRD Bali untuk bertemu langsung dengan Mentri Perhubungan guna membicarakan kembali persoalan TMD yang dihentikan operasionalnya.
Penghentian ini gegara pemerintah pusat tidak mengucurkan lagi anggarannya dari APBN demi keberlangsungan operasional TMD di Bali.
Dewa Jack juga meminta perwakilan Trans Metro Dewata untuk bertemu langsung dengan Gubernur Bali terpilih Wayan Koster untuk mendapat keputusan terbaik dari gubernur terpilih.
“Kita juga minta Komisi III DPRD Bali untuk bertemu langsung dengan Mentri Perhubungan ke Jakarta untuk membahas keberlanjutan operasional TMD di Bali,” ujarnya.
Sementara dalam pertemuan tersebut Ketua Paguyuban Pramudi TMD Gusti Agung Suamba menyampaikan komunitas pengguna angkutan Bus TMD menyampaikan kekecewaannya terhadap diberhentikannya operasional TMD.
Komunitas pengguna TMD mengakui bahwa di Bali masih banyak masyarakat yang mempergunakan kendaraan pribadi. Sedangkan anjuran pemerintah, guna menghindari terjadi kemacetan di jalan raya, pemerintah menekan penggunaan kendaraan pribadi dan mengajak masyarakat untuk memanfaatkan TMD sebagai transportasi publik.
Pengguna TMD tentu sangat keberatan operasional TMD dihentikan. Olehkarenanya, kehadirannya ke rumah rakyat di DPRD Bali meminta kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mengaktifkan kembali operasional TMD di Bali.
“Banyak pengguna TMD tidak setuju pemberhentian layanan ini, seperti pengguna yang tidak bisa mengendarai kendaraan, penyandang disabilitas, mahasiswa, anak-anak sekolah dan kaum lansia yang sangat tergantung pada layanan Trans Metro Dewata,”pungkasnya. (arn/jon)








