
DENPASAR – Nyoman Mardika akhirnya kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengkot Perpani Denpasar periode 2024 – 2028, pada Musyawarah Kota (Muskot) Pengkot Perpani Denpasar yang dilangsungkan di Hotel Mars City, Jumat (20/12/2024). Terdapat 4 klub panahan resmi pemilik suara dan memilih pria yang berprofesi sebagai dosen tersebut.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kepercayaan kembali kepada saya untuk memimpin Pengkot Perpani Denpasar untuk kedua kalinya. Amanah ini akan saya jalankan sebaik-baiknya. Terima kasihjuga atas dukungan Pemkot Kota Denpasar melalui KONI Kota Denpasar serta para orang tua atlet yang selama ini bersama-sama berjuang demi prestasi panahan di Denpasar,” kata Nyoman Mardika usai Muskot Pengkot Perpani Denpasar.
Dirinya juga bertekad untuk terus meningkatkan prestasi panahan di Denpasar. Jelas target di Porprov Bali 2025 mendatang akan mempertahankan predikat juara umum yang diraih Perpani Denpasar di Porprov Bali 2022 silam.
“Tak hanya itu, kami akan selalu mendukung para atlet panahan Kota Denpasar dalam kejuaraan-kejuaraan baik di level lokal, nasional bahkan internasional. Saya akan terus perlu dukungan semua pihak termasuk pengurus baru nantinya,” terang Mardika.
Yang membanggakan lagi lanjutnya, di kepengurusan periode I versinya, ada satu atlet panahan muda Denpasar yang kini menghuni Pelatnas Panahan Indonesia yang nantinya dipersiapkan di SEA Games 2025.
“Kami pada intinya akan total mendukung para atlet panahan Denpasar dan terus melakukan regenerasi para pemanah muda putra dan putri Denpasar, yang ke depannya bisa berprestasi sebagai pengganti para pemanah yang sudah senior,” tegas Mardika.
Baginya yang paling penting saat ini dirinya dan pengurus anyar Pengkot Perpani Denpasar fokus pada pembinaan serta terus meningkatkan kualitas dan kemampuan para pemanah Denpasar.
“Satu lagi yang terkait pembinaan, Kami di Pengkot Perpani Denpasar selalu mempersilahkan klub – klub panahan di Denpasar menggunakan lapangan panahan Pengkot Perpani Denpasar, di Kawasan Lapangan Buyung Denpasar untuk digunakan jadi tempat latihan.
“Hanya memang penggunaannya harus diatur bergantian. Pokoknya urusan panahan di Denpasar kami selalu mendukung demi prestasi pemanah Denpasar sampai ke level internasional,” demikian Mardika. (ari/jon)








