
DENPASAR – Ditengah kabupaten di seluruh Bali masih menunggu pencairan dana bonus untuk atlet dan pelatihnya yang berprestasi di PON XXI/2024 lalu, justeru Pemkot Denpasar yang terdepan dan yang pertama mengguyur bonus kepada para atlet dan pelatih Denpasar berprestasi.
Pengguyuran bonus tersebut dilakukan secara simbolis langsung oleh Walikota Denpasar, IGN. Jaya Negara didampingi Ketua Umum KONI Denpasar, IB. Toni Astawa dan jajarannya di Gedung Dharma Negara Alaya Lumintang, Selasa (17/12/2024).
Total bonus yang diguyur berjumlah Rp. 1.080.500.000 diberikan kepada 52 atlet dan 31 pelatih dari 19 cabang olahraga (cabor) dibawah naungan KONI Kota Denpasar. Bonus medali untuk Emas perorangan tak lain Rp. 30 juta, perak Rp. 10 juta dan perunggu Rp. 4 juta.
Sedangkan Emas Ganda perorangan Rp. 20 Juta, perak Rp 8 juta dan perunggu Rp 3 juta, untuk emas beregu 3-4 atlet Rp 25 juta, perak 7 juta dan perunggu Rp. 2,5 juta. Sedangkan untuk emas beregu Rp. 12 juta, perak Rp. 5 juta serta perunggu Rp. 2 juta. Sementara bonus pelatih untuk emas Rp. 15 juta, perak 10 juta dan perunggu Rp. 7,5 juta.
Walikota Denpasar, IGN. Jaya Negara mengutarakan jika pemberian bonus kepada para atlet berprestasi Denpasar itu bagian apresiasi dan penghargaan terhadap para atlet Denpasar, yang sudah berjuang dan berkontribusi dalam menyumbangkan medali untuk kontingen Bali di PON XXI/2024 lalu.
“Pertama kami sangat menghargai dan menghormati prestasi atlet kami karena sudah memberikan kontribusi terhadap kontingen Bali. Bukan hanya tahun ini, tapi setiap atlet yang mewakili Denpasar pasti kita berikan uang saku dan bonus,” tutur Jaya Negara usai penyerahan medali secara simbolis.
Pengguyuran bonus itu lanjut pejabat nomor 1 di Pemkot Denpasar itu, juga karena sudah membanggakan Kota Denpasar. Dengan demikian para atlet kota Denpasar termotivasi untuk terus berprestasi dan mengukir nama baik bagi Bali dan Denpasar.
Harapannya, para atlet yang sudah meraih medali tidak boleh berpuas diri lantaran tantangan ke depannya, selain menyabet prestasi terhadap dirinya, juga bagaimana mengangkat regenerasi di bawahnya untuk turut berprestasi.
“Pemkot Denpasar selalu sangat mendukung itu dalam olahraga prestasi di Denpasar. Pastinya kami siapkan anggaran dan sesuai regulasi untuk diberikan kepada mereka,” sebut Jaya Negara.
Di lain pihak, Ketua Umum KONI Kota Denpasar, IB Toni Astawa mengutarakan jika dirinya dan KONI Kota Denpasar telah menganggarkan bonus itu mulai tahun 2023 termasuk terkait PON 2024.
Kendati soal bonus merupakan tanggungjawab KONI Bali, namun KONI Kota Denpasar turut memberikan tali asih untuk atlet Denpasar.
Semua itu merupakan dana motivasi sehingga tahun yang akan datang meningkatkan prestasi, bukan hanya di PON saja melainkan juga di level Asia Tenggara maupun Asia.
“Harapan prestasi di level internasional juga menjadi harapan pak Walikota. Semoga semakin banyak atlet dari Denpasar yang berjuang dan meraih prestasi diberbagai kejuaraan nantinya,” pungkas pria yang biasa disapa Gus Toni itu. (ari/jon)








