
BADUNG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung belakangan ini gencar melakukan langkah ‘bersih-bersih’ di wilayah Kuta dan Kuta Selatan. Selain aktivitas gelandangan dan pengemis (gepeng), juga disasar masalah lain seperti reklame liar dan kadaluarsa.
Kepala Satpol PP Badung, IGAK Suryanegara tidak memungkiri bahwa peningkatan intensitas penertiban tersebut berkaitan pula dengan langkah persiapan menyambut pelaksanaan World Water Forum (WWF) 2024 pada 18 – 25 Mei 2024 mendatang. Yang mana rencananya, Pantai Kuta masuk sebagai lokasi yang akan dikunjungi oleh para delegasi. “Jadi penertiban dilakukan secara menyeluruh. Baik gepeng, reklame, dan masalah lainnya yang mengganggu estetika. Untuk prioritas, itu wilayah Kecamatan Kuta dan Kuta Selatan,” sebutnya dihubungi Senin (22/4/2024).
Selain gepeng dan reklame, pihaknya juga menyasar keberadaan Penduduk Non Permanen (PNP). Hal tersebut dilakukan, sekaligus sebagai tindak lanjut terhadap arus balik Hari Raya Idul Fitri. Sidak administrasi kependudukan tersebut dilaksanakan secara bertahap, dengan menggandeng pihak terkait lainnya.
Sejauh ini, setidaknya ada empat wilayah yang telah disasar berkenaan dengan sidak penduduk tersebut. Yakni Desa Kutuh (Kecamatan Kuta Selatan), Desa Ayunan (Kecamatan Abiansemal), Desa Sembung (Kecamatan Mengwi), dan Desa Sibang Kaja (Kecamatan Abiansemal). “Dari empat desa itu, hanya di Kutuh yang ada temuan. Itu ada 11 orang kedapatan tidak melapor diri ke desa. Mereka punya KTP, tapi lupa melapor diri,” sambungnya. (adi,dha)








