
DENPASAR – Porprov Bali 2022 lalu dengan sistim gotong royong dan bisa dilakukan di semua kabupaten/kota di Bali, hal itu diharapkan KONI Bali tidak terjadi lagi di Porprov Bali 2025.
Hal itu perlu dimaklumi karena gotong royong tersebut dilakukan tak sesederhana dengan adanya beberapa kabupaten/kota sebagai tuan rumah pelaksana. Setidaknya maksimal 2 kabupaten/kota.
Semua itu ditegaskan Ketua Umum KONI Bali, IGN Oka Darmawan. Diakuinya, semua itu akan disepakati penentuan tuan rumah Porprov Bali 2025 saat Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Bali bersama anggotanya utamanya KONI kabupaten/kota di Bali pada 15 Maret 2024 di Wiswa Sabha Denpasar.
“Perlu dipahami dulu bahwa Rakerprov KONI Bali merupakan kegiatan rutin tiap tahun yang harus dilaksanakan sesuai dengan AD/ART KONI. Jadi di Rakerprov itulah semua dibahas. Apalagi kan Porprov Bali itu pembiayaan maupun gawenya Pemprov Bali dan KONI Bali sebagai perpanjangan tangan pemerintah, dirunjuk sebagai penyelenggara. Dan kabupaten/kota sebagai pelaksana yan nantinya menjadi tuan rumah,” tutur IGN. Oka Darmawan di KONI Bali, Kamis (7/3/2024).
Memang lanjutnya, Porprov Bali sebelumnya digelar 2 tahun sekali namun pada Porprov Bali kemarin-kemarin dihela 3 tahun karena Covid-19 sama seperti helatan PON. Dengan demikian maka Porprov Bali akan digelar tahun 2025 dan selanjutnya 2 tahun lagi yakni tahun 2027.
“Konsep kami Porprov Bali 2025 tidak dilakukan di semua kabupaten/kota seperti kemarin karena yang bertanggung jawab kami. Ya idealnya satu atau dua kabupaten di Bali. Jadi Rakerprov nanti kita sepakati dengan anggota KONI kabupaten/kota siapa tuan rumah karena biaya kan dari Pemprov Bali melalui KONI Bali untuk penyelenggaraannya, hanya pelaksanaannya di kabupaten/kota yang disepakati. Sehingga nantinya kalau ada venue yang rusak atau lainnya kan ada dasar untuk merenovasi,” tambah mantan Wakil Ketua I dan mantan Sekretaris Umum (Sekum) KONI Bali itu.
Bagi Oka Darmawan, masih ada 1,5 tahun sehingga untuk Porprov Bali tahun 2025 kabupaten/kota yang menadi tuan rumah pelaksana masih bisa mengajukan dana di induk atau perubahan. Kalau 1 atau 2 kabupaten tuan rumah pelaksanaan maka bisa lebih fokus, daripada seperti kemarin yang tempat pertandingannya banyak di kabupaten/kota di Bali.
“Misalkan nanti ada dua tuan rumah contohnya Badung dan Denpasar. Kalau Badung kan sebelum covid-19 untuk Porprov Bali lalu Badung siap menjadi tuan rumah namun karena covid-19 akhirnya tidak jadi. Venue juga banyak termasuk di Denpasar,” tegas Oka Darmawan.
Kalau dulu menurut mantan Ketua Umum Pengprov Perbasi Bali itu, terakhir di Porprov Tabanan 2019 silam dan sebelum-sebelumnya kabupaten/kota yang berminat sudah menyatakan siap menjadi tuan rumah dan tinggal diputuskan di Rakerprov, namun sekarang akan dibahas dulu melalui Rakerprov dengan legal formal.
“Dengan demikian, ketika disepakati kabupaten/ kota siap menjadi tuan rumah, maka kami tinggal melaporkan ke pak Gubernur jika kabupaten/kota yang disepakati siap menjadi tuan rumah pelaksana Porprov Bali 2025,” terang Oka Darmawan.
Kedepan disebutkannya, pada Porprov Bali 2025 dirapatkan dulu dengan KONI-KONI di Bali sehingga saat penutupan tuan rumah Porprov Bali 2025 sudah diumumkan siapa tuan rumah pelaksana Porprov Bali 2027. (ari/jon)








