
BULELENG – Berbagai upaya menjaga stok dan stabilitas harga bahan pangan pokok (bapok) terutama beras dilakukan Pemkab Buleleng melalui dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yakni Perumda Swatantra dan Perumda Pasar Argo Nayottama Kabupaten Buleleng.
Selain menggenjot program kerjasama ‘tripartit’ BPD Cabang Singaraja, Perumda Swatantra dan Koperasi Sida Ayu dalam mewujudkan ekosistem ketahanan pangan daerah untuk menjaga stok beras, Pemkab Buleleng melalui Gerai Pasar Banyuasri dan Gerai Pasar Anyar juga melakukan intervensi dengan menyediakan beras lokal harga terjangkau Rp 14 Ribuan/Kg.
“Penyaluran beras lokal dengan harga terjangkau, 14 ribuan/kg ini dilakukan Pemkab Buleleng untuk menjaga stabilitas harga bapok khususnya beras yang cendrung naik,” tandas Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana saat menghadiri pembukaan Diktukba Polri Gelombang I tahun 2024 di SPN Polda Bali-Singaraja, Selasa (13/2/2023).
Kepala BKPSDM Provinsi Bali ini menegaskan, penyaluran beras lokal medium dengan harga Rp 13.500,-/kg dan beras lokal super dengan harga Rp 14.000,-/kg melalui Gerai Pasar Banyuasri yang dikelola Perumda Swatantra dan Gerai Pasar Anyar yang dikelola Perumda Pasar Argo Nayottama ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga beras yang cendrung naik hinggga mencapai Rp 16.000,-/kg di pasaran.
“Selain menjaga stok dan stabilitas harga bapok serangkaian perhelatan Pemilu, upaya intervensi pemerintah ini juga dilakukan untuk menjaga laju inflasi,” tandas Lihadnyana dibenarkan Gede Bobi Suryanto yang dihubungi terpisah.
Selaku Dirut Perumda Swatantra, Bobi Suryanto mengungkapkan stok bapok, terutama beras lokal masih aman sekitar 30 ton dan cukup untuk memenuhi kebutuhan 2 – 3 pekan kedepan.
“Dan kita harapkan memasuki stok beras semakin aman setelah Bulan Maret 2024 karena sudah mulai masuk masa panen,” terangnya.
Sesuai arahan Pj. Bupati Buleleng, kata Bobi, Perumda Swatantra dan Perumda Pasar Argo Nayottama sebagai bagian dari Satgas Ketahanan Pangan Daerah ditugaskan untuk menjaga stok dan stabilitas harga bapok terutama beras.
“Selain menjaga stok beras yang mengalami krisis karena adanya gagal panen di sejumlah daerah, kita juga ditugaskan menjaga stabilitas harga bapok penyumbang laju inflasi ini dengan menyalurkan beras lokal harga terjangkau Rp 14 Ribuan/kg bagi warga masyarakat,” ungkap Bobi dibenarkan I Putu Suardhana.
Selaku Dirut Perumda Pasar Argo Nayottama, Suardhana memaparkan, penyaluran beras lokal harga terjangkau ini dilakukan melalui Gerai Pasar Anyar dan Gerai Pasar Banyuasri dalam kemasan 10 Kg dan 5 Kg.
“Warga masyarakat bisa mendapatkan beras harga terjangkau dengan harga Rp 13.500,-/kg untuk yang medium dan Rp 14.000,-/kg untuk beras lokal super di Gerai Pasar Anyar dan Gerai Pasar Banyuasri,” pungkasnya.(kar/jon)








