
GIANYAR – Sampah masih menjadi permasalahan yang harus dicarikan resolusinya di tahun 2024. Sebab menggeliatnya perekonomian masyarakat pasca pandemi juga membawa peningkatan volume sampah. Karena itu, pemerintah kabupaten Gianyar melalui dinas lingkungan hidup pun akan melakukan perubahan dalam pengangkutan sampah masyarakat ke TPA.
Hal ini diungkapan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupatan Gianyar, Ni Made Mirnawati, Senin (1/1) ia mengatakan peningkatan volume sampah di Gianyar sangat dirasakan pasca pandemi. Tidak hanya dari jumlahnya tapi juga ragam sampahnya baik anorganik mau pun anorganik sisa sampah upakara. “Sampai naik 100 ton perhari, 583 ton dari 465 ton perhari. Beruntung ada pengurangan dari TPS3R,” ujarnya.
Meski ada pengurangan dari TPS3R, sampah yang dihasilkan masyarakat tidak bisa langsung 100% ditangani. Kapasitas TPS3R rata-rata hanya bisa melayani 200 KK. “Tidak bisa melayani langsung 100%. Misalkan dari 1000 kk, tercover hanya 200 KK yang 800 KK masih di bawa ke TPA,” jelasnya.
Lebih lanjut Kata Mirna, disatu sisi prilaku masyarakat mulai berubah. Meningkatnya volume sampah tapi waktu masyarakat untuk memilih menjadi berkurang. Sehingga mau tidak mau, pemda juga harus berbenah.
“Setelah mendengarkan pendapat hingga saran dari berbagai pihak, tahun 2024 pembuangan sampah ke TPA Temesi akan diatur sesuai jenis sampahnya. Pembuangan sampah akan dilalukan terjadwal, misalkan Senin Selasa, Rabu organik. Kamis jumat Sabtu anorganik. Yang lain residu,” ujar birokrat asal Bitra ini.
Sebab tidak mungkin bagi pemerintah menunggu untuk pengadaan truk khusus untuk mengangkut sampah organik atau anorganik. “Butuh waktu lama dan anggaran besar jika menunggu ketersedian armada.Yang paling memungkinkan adalah jadwalnya kita ubah atur,” jelasnya.
Tahap pertama akan dilakukan ujicoba 3 bulan untuk beberapa desa.”kita tidak bisa langsung terapakan, ujicoba dulu, setalah itu evaluasi,” tandasnya yang menegaskan 2030 TPA Temesi akan ditutup. (Jay)








