Sport

Indonesia Ukir Prestasi di Kejuaraan Dunia Biathlon/Triathlon UIPM 2023

Foto: Caroline Andita Bangun (kiri) dan Samuel Christian Matulatuwa (kanan).

BADUNG – Sebagai tuan rumah, Indonesia sukses mengukir sejumlah prestasi dalam ajang Kejuaraan Dunia Biathlon/Triathlon Union Internationale de Pentathlon Moderne (UIPM) 2023. Dua atlet muda Indonesia, Samuel Christian Matulatuwa dan Caroline Andita Bangun, mengharumkan nama bangsa dengan meraih medali perak di kategori Mix Relay U19.

Untuk diketahui, Biathle adalah cabang olahraga yang menggabungkan dua disiplin, yaitu renang dan lari-nembak. Dalam kategori mix relay, dua atlet dari negara yang sama harus bergantian melakukan renang sejauh 200 meter, lari-nembak sejauh 800 meter, dan kembali renang sejauh 200 meter.Atlet yang pertama harus menyelesaikan dua putaran renang dan satu putaran lari-nembak.

Sedangkan atlet kedua, harus menyelesaikan satu putaran renang dan dua putaran lari-nembak.Samuel dan Caroline menunjukkan performa yang luar biasa.

Prestasi ini merupakan sejarah baru bagi Indonesia, karena ini adalah kali pertama Indonesia mengikuti kejuaraan Biathle dunia dan langsung meraih medali. Apalagi, Samuel dan Caroline baru berusia 18 tahun dan baru mulai berlatih Biathle sejak Asian Games 2018 yang lalu.

Pelatih tim Biathle Indonesia, Alfian, mengaku sangat bangga dengan pencapaian anak asuhnya. Ia mengatakan bahwa persiapan untuk kejuaraan ini sangat singkat, hanya sekitar dua bulan. Ia juga mengungkapkan bahwa Samuel dan Caroline sesungguhnya memiliki basic dari cabang olahraga berenang.

Namun ternyata bisa cepat beradaptasi dengan disiplin lari-menembak. “Kami baru mulai latihan Biathle secara serius setelah Pon Papua 2020. Sebelumnya, kami hanya fokus pada renang saja. Kami juga baru latihan lari-nembak di Jakarta, karena di sini fasilitasnya lebih lengkap. Tapi ternyata, mereka bisa menunjukkan kemampuan yang luar biasa di kejuaraan dunia ini. Saya sangat bangga dengan mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Samuel dan Caroline mengaku sangat senang dan bersyukur atas prestasi yang mereka raih. Mereka berharap bisa terus meningkatkan kemampuan dan membawa nama Indonesia lebih tinggi lagi di kancah internasional.

“Kami sangat senang bisa meraih medali perak di kejuaraan dunia ini. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Kami ingin berterima kasih kepada Pak Alfian yang sudah melatih kami dengan baik, dan juga kepada semua pihak yang sudah mendukung kami. Kami berjanji akan terus berlatih keras dan berusaha meraih prestasi yang lebih baik lagi di masa depan,” kata mereka.

Untuk diketahui pula, kejuaraan Biachle dunia ini merupakan salah satu ajang persiapan menuju Asian Games 2026 di Jepang. Biachle merupakan salah satu cabang olahraga baru yang akan dipertandingkan di Asian Games, dan Indonesia berharap bisa meraih medali emas di cabang olahraga ini.

Sementara, Diana selaku tim official dari Pentathlon Jabar, mengaku sangat mensupport para atlit dan berusaha membuat atlet merasa nyaman. Untuk kejuaraan kali ini, pihaknya menerjunkan 12 atlet dari berbagai usia.

Pihaknya mengaku tidak terlalu muluk untuk menerapkan target dalam kejuaraan kali ini. Yang menjadi penekanan Pemda Jabar adalah bagaimana para atlit dapat berkesempatan dan tampil maksimal. Karena hal itu menjadi wahana untuk menempa diri, ditengah minimnya pertandingan pentathlon yang ada.

“Target kita agar tampil optimal. Kalau bisa dapat emas. Tapi karena ini kejuaraan dunia, kita tidak mau muluk-muluk. Jadi keluarkan potensi semaksimal mungkin, selesaikan sampai final dan jangan menyerah. Ini sudah sangat luar biasa di tengah waktu persiapan yang terbatas,” pungkasnya. (adi,dha)

Back to top button